Breaking News:

Anggota DPRD Provinsi Kalbar Arief Rinaldi Dukung Pansus CSR Dibentuk Demi Kepentingan Masyarakat

Tentunya ini pula untuk melindungi masyarakat dari pengusaha nakal dalam mempergunakan CSR yang tidak sesuai peruntukan.

Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Try Juliansyah
Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalbar, Arief Rinaldi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wacana dibentuknya Panitia Khusus (Pansus) untuk CSR mendapat sambutan dari berbagai pihak, tidak terkecuali dari Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalbar, Arief Rinaldi.

Terlebih hampir sebulan beberapa kabupaten di Kalbar dilanda bencana banjir yang dimana terdapat banyak perusahaan dan perkebunan di wilayah tersebut.

“Kita menyambut baik jika Pansus ini dibentuk, tentunya agar dapat mengetahui sejauh mana peruntukan CSR tersebut digunakan demi kepentingan masyarakat,” ujar Arif.

Arif menegaskan Pansus ini bukan untuk menghalangi atau mempersulit investor yang akan membuka usaha di Kalbar.

Silaturahmi Bersama Warga Sungai Kunyit, Arief : Ajang Reses dan Menampung Aspirasi Masyarakat

Namun menurutnya lebih pada fungsi pengawasan terlebih terkait CSR sudah diatur melalui Perda Nomor 4 tahun 2016.

“Ini bukan menghalangi atau mempersulit investor tapi lebih pada pengawasan agar CSR itu tepat sasaran dalam peruntukannya. Terlebih saat ada bencana seperti beberapa waktu lalu, seharusnya CSR ini bisa berguna bagi masyarakat,” tuturnya.

Ia juga menegaskan melalui pansus ini pula diharapkan realisasi CSR dapat sesuai Perda yang merupakan payung hukumnya.

Tentunya ini pula untuk melindungi masyarakat dari pengusaha nakal dalam mempergunakan CSR yang tidak sesuai peruntukan.

“Jangan sampai CSR ini hanya formalitas saja, karena sudah ada payung hukumnya melalui perda. Melalui pansus ini harapan kami dapat memonitoring arus CSR agar tepat sasaran dan bukan tidak mungkin mempidanakan Perusahaan yang penggunaan CSR nya tidak sesuai,” tuturnya.

Ia yang juga merupakan Ketua AMPI Kalbar ini mengakui beberapa kali menemui peruntukan CSR yang tidak susai saat melakukan kunjungan kerja.

Beberapa kali dalam kunjungan kerja, ada beberapa perusahaan yang menurutnya masih belum maksimal dalam menjalankan CSR.

“Ke depan CSR harus dapat bermanfaat untuk daerah, memperkuat dan membantu perekonomian raktyat, jangan hanya sekadar CSR yang formalitas hanya untuk melindugi perusahaan tersebut. Misalnya peruntukan yang tidak sesuai atau bahkan nilai yang dikeluarkan tidak sesuai dengan Perda yang telah mengaturnya,” katanya.

Ia kembali mengingatkan dimana CSR seharusnya digunakan oleh perusahaan untuk membantu masyarakat sekitar.

“Terakhir kami harapkan dana CSR dapat menjadi pembinaan dari perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar,” pungkasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved