Founder Galeri Batik Singkawang Akui dengan Listrik Pembatik Makin Produktif
Dengan listrik sudah lebih mudah. Apalagi di sini listrik sangat stabil, jadi sudah sangat membantu proses produksi kami
Penulis: Nina Soraya | Editor: Nina Soraya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Listrik menjadi kebutuhan vital dalam mendukung aktivitas masyarakat termasuk para pekerja ekonomi kreatif (Ekraf).
Hal ini dibuktikan oleh Priska Yeniriatno, Founder Workshop Galeri Kote Singkawang yang memproduksi batik khas Singkawang.
Priska menuturkan dalam memproses membatik dia lebih memilih menggunakan tungku listrik untuk membantu proses mencanting motif di atas kain batik.
Oleh karena biasanya dengan kompor biasa, para pembatik mesti meniup cucuk canting sebelum mengoreskan motif di atas kain.
Jika tidak dilakukan maka hasil cantingan akan melebar dan menjadi tidak halus lagi.
"Dahulu kita masih pakai kompor minyak tanah. Sebenarnya ini sangat merepotkan dalam hal mengatur panas dari canting yang akan digoreskan menjadi pola di atas kain."

"Bahkan ketika api tungku dikecilkan pun belum tentu panasnya sudah stabil. Makanya biasa kita lihat para pembatik meniup-niup canting," ungkap Priska.
Sekarang dengan adanya listrik jadi lebih mudah. Hanya tinggal mengatur panas di tungku listrik dari kabel terminal yang memiliki tombol switch on off.
"Kalau pakai kompor minyak tanah, bahan dasarnya saja sudah sulit."
"Dengan listrik sudah lebih mudah. Apalagi di sini listrik sangat stabil, jadi sudah sangat membantu proses produksi kami," katanya.
Galeri Workshop Batik Kote Singkawang terletak di Jalan Tani Gang Cisadane (Perum Bubu Residence No 1A) Singkawang Barat.
Letaknya di jantung Kota Singkawang bahkan berdekatan dengan lokasi Grand Mall Singkawang.
• Disperindagnaker Adakan Pelatihan Batik Cap dan Tulis, Kepala UPTD LLK UKM: Jaga Kelestarian Budaya
Dilanjutkannya, membuat motif batik dengan memanfaatkan electryfying lifestyle maka akan membuat proses membatik lebih cepat, tapi tidak menurunkan kualitas sedikitpun.
Saat menerima kunjungan dari PLN UP3 Singkawang, Priska berharap listrik di Singkawang tetap stabil sehingga ia dan para pegiat membatik dapat terus berkarya.
"Untuk terus berkarya tentu saja kita butuh dukungan dari semua pihak, tidak menutup kemungkinan dari pihak PLN pula," sampainya.