Disdikbud Kapuas Hulu Liburkan Sekolah yang Terendam Banjir
"Mereka aktif kembali proses belajar mengajar di sekolah, setelah semuanya kondusif atau gedung sekolah sudah tidak terendam banjir," ucapnya.
Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kapuas Hulu, Petrus Kusnadi menyatakan, akibat terdampak banjir ada sejumlah gedung sekolah di Kapuas Hulu harus diliburkan dalam proses belajar mengajar.
"Mereka kami liburan karena gedung sekolah sudah terendam banjir, dan surat edaran sudah kami edarkan bagi gedung sekolah terendam banjir, proses belajar mengajar diliburkan," ujarnya kepada Tribun, Minggu 14 Nopember 2021.
Alasan juga kata Petrus Kusnadi, pihaknya harus mengutamakan keselamatan siswa dari bencana banjir seperti ini.
"Mereka aktif kembali proses belajar mengajar di sekolah, setelah semuanya kondusif atau gedung sekolah sudah tidak terendam banjir," ucapnya.
Kusnadi juga mengimbau kepada seluruh orang tua siswa agar selalu memperhatikan anak-anaknya di kondisi banjir seperti ini.
• Seorang Anak Perempuan di Desa Nanga Lauk Embaloh Hulu Tengelam di Sungai
"Kita harus sama-sama menjaga keselamatan mereka," ungkapnya.
Hingga saat ini data sementara, ada 10 kecamatan di Kapuas Hulu yang sudah terendam banjir dengan ketinggian kurang lebih dari 1 meter hingga 3 meter.
10 Kecamatan tersebut yaitu, Kecamatan Silat Hilir, Selimbau, Semitau, Suhaid, Batang Lupar, Jongkong, Pengkadan, Badau, Embaloh Hulu, dan Embaloh Hilir.
Dengan jumlah rumah warga yang sudah terendam banjir ada sebanyak 4.023 unit, warga korban banjir ada 8,734 KK (27, 654 jiwa), dan fasilitas umum yang sudah terendam banjir 132 unit. (*)
(Simak berita terbaru dari Kapuas Hulu)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kondisi-banjir-di-wilayah-kecamatan-jongkongt243.jpg)