Banjir Melawi Sebabkan Omzet Pedagang Pasar Menurun
Barangnya tidak terjual habis sehingga bersisa. "Padahal Ayam merupakan bahan basah yang harus segera terjual karena bisa membusuk," imbuhnya.
Penulis: David Nurfianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kondisi Banjir di Pasar Rakyat Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi ketinggian air berkisar 50 centimeter sampai 1 meter. Minggu 14 November 2021.
"Dari banjir awal, kerena kebanjiran rumahnya atau jalannya macet jadi kemungkinan warga malas mau ke pasar," paparnya.
Harga telur saat banjir menurutnya naik hingga 10 persen, sementara harga beras dan sembako lainnya stabil. Namun, dia mengaku tidak mengetahui kenaikan tersebut apakah karena banjir.
"Banjir kemarin saya sempat tidak berjualan karena toko kami terendam banjir dengan ketinggian air selutut orang dewasa," jelasnya.
Elok berharap pemerintah bisa menangani masalah banjir.
"Sehingga saat ada air besar, air tidak langsung masuk wilayah pasar," tutupnya (*)
(Simak berita terbaru dari Melawi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kondisi-banjir-di-pasar-rakyat-kecamatan-nanga-pinoh-kabupaten43.jpg)