Banjir Melawi Sebabkan Omzet Pedagang Pasar Menurun

Barangnya tidak terjual habis sehingga bersisa. "Padahal Ayam merupakan bahan basah yang harus segera terjual karena bisa membusuk," imbuhnya.

Penulis: David Nurfianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kondisi Banjir di Pasar Rakyat Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi ketinggian air berkisar 50 centimeter sampai 1 meter. Minggu 14 November 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MELAWI - Omzet pedagang di Pasar Rakyat Kecamatan Nanga Pinoh Kabupaten Melawi menurun, hal ini diakibatkan banjir yang merendam akses jalan.

Walau sempat surut, namun wilayah tersebut kembali terendam banjir. Ketinggian air di pasar tersebut sudah mencapai 50 centimeter hingga 1 meter. Minggu 14 November 2021

Selain itu, berkurangnya omset pedagang juga dikarenakan banyak warga yang rumahnya kebanjiran. Serta akses jalan dari pemukiman warga menuju Pasar terputus akibat banjir.

Hal ini diakui, Toni pedagang ayam potong. Ia mengaku merugi hingga 30 sampai 50 persen sejak banjir melanda wilayah Kabupaten Melawi dan sekitarnya.

Barangnya tidak terjual habis sehingga bersisa.

"Padahal Ayam merupakan bahan basah yang harus segera terjual karena bisa membusuk," imbuhnya.

Menurutnya kerugian tersebut diakibatkan pelanggannya yang utamanya penjual lamongan kesulitan akses jalan menuju Pasar.

Cerita Warga Melawi, Baru Selesai Bersihkan Rumah Banjir Datang Lagi

"Kalau banjir kita mengurangi jumlah ayam yang kita potong, dari sebelumnya 100 persen jadi 70 persen itupun maaih tidak habi," paparnya

Selain omzet menurun, dikatakan Toni banjir juga membuat rugi waktu dan tenaga. Ia menyebutkan dalam kondisi normal menggunakan kendaraan roda dua atau empat menuju pasar dengan waktu 10 menit.

Namun, warga yang rumahnya juga kebanjiran tersebut sekarang menggunakan sampan atau berjalan kaki bisa memakan waktu 30 sampai 45 menit.

Meski begitu, dia mengaku tidak menaikkan harga dagangannya.

"Untuk harga kita tetap seperti biasa ayam potong ditimbang bersih empat puluh ribu perkilo," ungkapnya.

Selain itu, menurutnya pedagang yang berjualan di Pasar juga berkurang.

"Dalam sebulan ini sudah lima kali banjir, itu yang buat pedagang banyak berkurang," tegasnya.

Senasib dengan Toni, Pedagang sembako, Elok mengaku omzetnya berkurang 50 persen. Pembelinya juga berkurang hampir separuh dari kondisi normal.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved