Ratusan Anak di Kota Singkawang Ikuti Sunatan Massal

Ketua TP PKK Kota Singkawang, Juli Wahyuni menerangkan, pergelaran sunatan massal ini merupakan upaya memberikan perhatian pada masyarakat kurang

Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Ketua TP. PKK Kota Singkawang, Juli Wahyuni melihat pelaksanaan sunatan massal. Rabu 10 November 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Sebanyak 111 orang anak mengikuti Sunatan Masal yang diselenggarakan oleh Tim Penggerak PKK Kota Singkawang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan  Keluarga Berencana dan Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kota Singkawang dalam rangka memperingati hari Kesehatan Nasional (HKN) bertempat di Sekretariat TP.PKK Kota Singkawang, Rabu 10 November 2021 kemarin.

Ketua TP PKK Kota Singkawang, Juli Wahyuni menerangkan, pergelaran sunatan massal ini merupakan upaya memberikan perhatian pada masyarakat kurang mampu khususnya di lima Desa yang ditetapkan sebagai Kampung KB di Kota Singkawang.

Selain diwajibkan dari sisi syariat agama Islam, lanjut Juli, sunatan juga memiliki banyak manfaat dari sisi medis, antara lain mengurangi risiko infeksi penyakit seksual menular seperti human papilloma virus (HPV) dan penyakit seksual menular seperti herpes atau sifilis, mengurangi risiko infeksi saluran kemih yang dapat merujuk kepada masalah ginjal, mengurangi risiko kanker penis dan servik (pagi pasangannya).

Kembali Operasikan PSM Alianyang, Disperindag Singkawang Buka Segel Ruko Untuk Tahap Pertama

"Dengan sunat maka kesehatan penis lebih terjaga. Penis yang disunat lebih mudah dibersihkan, sehingga kesehatannya lebih terjamin dibandingkan yang tidak disunat sehingga bisa mencegah terjadinya peradangan, mengingat ujung penis merupakan tepat tumbuhnya bakteri dan jamur," ujar Juli, Kamis 11 November 2021.

Selain itu, ia mengatakan, kegiatan Sunatan Masal ditargetkan 110 orang anak namun di luar dugaan ternyata masyarakat yang berminat untuk mengikuti sunatan masal tersebut mencapai 130 orang anak.

"Sementara pendaftaran kita stop karena keterbatasan persediaan dari bingkisan yang tersedia yang dibagikan pada setiap peserta yang mengikuti sunatan masal. Untuk memberikan kemudahan pada masyarakat yang jauh dan tidak memiliki kendaraan, maka dalam kegiatan ini kami menyediakan antar jemput dari rumah menuju lokasi kegiatan dan kembali ke rumah untuk peserta sunat dan keluarga," jelasnya.

Setiap anak yang mengikuti sunatan masal diberikan bingkisan berupa satu karung beras, celana sunat,  uang transportasi dan obat-obatan. Selain tersebut panitia juga menyediakan snack box dan makan siang bagi peserta sunat.

"Biaya dari Sunatan Masal ini berasal dari berbagai sumber antara lain Dinas Kesehatan dan KB Kota Singkawang, Nitizen yang dikoordinir oleh salah satu anggota POLRES Kota Singkawang Pak Ivan dll. Untuk itu saya mengucapkan penghargaan kepada para donatur dan relawan yang tergbaung dalam  IPSM dll, atas bantuan, partispasi dan kerjasamanya sehingga sunatan masal ini dapat terlaksana dengan baik. Terlebih pada tenaga medis yang telah dengan penuh keikhlasan melakukan tugasnya menyunat anak-anak yang kurang mampu ini," ungkapnya.

Lebih lanjut Juli mengungkapkan bahwa sunatan masal ini tidak akan dapat berjalan dengan baik tanpa dukungan dari tenaga medis yang tanpa pamrih melakukan tugasnya dengan baik.

"Saya sangat memahami bahwa teman-teman tenaga medis sudah terkuras tenaga, waktu dan pikirannya dalam penanganan Covid-19, namun dengan adanya program ini Alhamdulillah mereka masih semangat untuk memberikan bantuan dan bekerjsama dengan kita semua sehingga sunatan masal ini dapat berjalan sesuai harapan," ungkapnya.

Dengan membludaknya peminat sunatan masal Juli berharap ke depan agar lebih banyak yang diringankan hati untuk berpartisipasi sehingga semua masyarakat khususnya masyarakat yang kurang mampu dapat terakomodir dalam kegiatan serupa. (*)

Update Informasi Seputar Kota Singkawang

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved