Apakah Gerhana Bulan 19 November 2021 Bisa Dilihat di Indonesia?

Menurut Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) memprediksi, gerhana bulan tersebut akan menjadi yang terpanjang pada abad ini, berlang

Tayang:
Editor: Nasaruddin
SERAMBI/M ANSHAR
Proses gerhana bulan total direkam di Kantor Kandepag Aceh, Selasa 31 Januari 2018. Gerhana bulan kembali terjadi Jumat 19 November 2021. Namun hanya sebagian kecil kemungkinan bisa dilihat dari Indonesia. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Fenomena Gerhana Bulan akan terjadi lagi pada hari Jumat 19 November 2021.

Gerhana Bulan yang terjadi adalah Gerhana Bulan Parsial atau sebagian.

Menurut Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) memprediksi, gerhana bulan tersebut akan menjadi yang terpanjang pada abad ini, berlangsung selama 3 jam 28 menit.

Gerhana akan menutupi 97 persen permukaan bulan, sehingga bulan akan tampak gelap.

Jadwal Gerhana Bulan Parsial Terpanjang Abad Ini Diperkirakan Terjadi pada 19 November 2021

Gerhana bulan pada 19 November 2021 ini juga akan menjadi gerhana bulan terakhir pada tahun 2021 sekaligus menjadi gerhana terpanjang yang pernah terjadi selama 2001 dan 2100.

Bisakah disaksikan dari Indonesia?

Plt Kepala Pusat Riset Antariksa BRIN Dr. Emanuel Sungging Mumpuni mengatakan, gerhana bulan parsial pada 19 November 2021 tidak dapat disaksikan dari Indonesia.

"Tidak dapat disaksikan dari Indonesia, karena terjadi saat siang hari waktu Indonesia. Paling yang bisa terlihat di Indonesia saat-saat terakhirnya, itu juga di sore hari," ujar Sungging saat dihubungi Kompas.com, Minggu 7 November 2021.

Sungging mengatakan, gerhana bulan parsial akan mulai sekitar pukul 14.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 17.47 WIB.

Gunakan Dua Teleskop Amati Gerhana Bulan Total, Kuncuro Wisnu: Akan Terjadi 19 Tahun Lagi

"Jadi tidak bisa diamati dari wilayah Indonesia Barat," kata Sungging.

"Kalau dari Indonesia Timur ada peluang setidaknya dari sekitar saat maksimum parsial sampai berakhirnya," lanjut dia.

Sungging menjelaskan, gerhana bulan kali ini akan menjadi yang terpanjang karena faktor posisi bulan yang berada di titik terjauh dari Bumi (apogee).

"Bulan dalam posisi apogee, menyebabkan gerak benda langit menjadi lebih lambat sesuai Hukum Kepler, akibatnya pembentukan bayangan (gerhana) menjadi lebih lama," ujar Sungging.

Meski tidak bisa disaksikan langsung dari Indonesia, namun Anda yang tertarik untuk mengamati fenomena langit ini dapat mengunjungi link yang disediakan NASA di sini.

Niat Salat Gerhana Bulan dan Tata Caranya

Jadwal Gerhana Bulan 19 November 2021

Fase Terjadinya Gerhana Bulan Sebagian

Fase Gerhana Penumbra dimulai pada pukul 13.00.23 WIB/14.00.23 WITA/15.00.23 WIT.

Fase Gerhana Sebagian akan dimulai pada pukul 14.18.24 WIB/15.18.24 WITA/16.18.24 WITA.

Kemudian, Fase Gerhana Sebagian berakhir pada pukul 17.47.26 WIB/18.47.26 WITA/19.47.26 WIT.

Sedangkan, Fase Gerhana Penumbra berakhir pada pukul 19.05.31 WIB/20.05.31 WITA/21.05.31 WIT.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved