Pemkot Pontianak Terus Evaluasi Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah

Edi menerangkan hingga saat ini hasil dari evaluasinya, untuk PTM di Kota Pontianak berjalan dengan lancar dan terus dilanjutkan.

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Pembelajaran tatap muka di MTS N 2 Pontianak Jalan Prof. M. Yamin Pontianak Kalimantan Barat belum lama ini. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah Kota Pontianak terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah-sekolah, baik tingkat, TK/PAUD, SD dan SMP.

Sebagaimana PTM di Kota Pontianak sudah berjalan sejak 18 Agustus 2021 lalu atau lebih dari dua bulan.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyampaikan, bahwa pihaknya terus mengevaluasi PTM tersebut.

"Kita masih dalam pandemi, jadi kita tetap mengevaluasi belajar tatap muka di lapangan. Alhamdulillah sampai saat ini belum ada keluhan-keluhan yang berarti dan semakin lebih leluasa lah yang sebelumnya 25 persen jadi 50 persen, tapi kita tetap mengacu kepada intruksi dalam negeri tentang PPKM level 2 yang telah diatur sekolah itu optimalnya 50 persen. Jadi kita bagi sip dalam belajar tatap muka, hal sesuai intruksi mendagri, " ujarnya.

Edi menerangkan hingga saat ini hasil dari evaluasinya, untuk PTM di Kota Pontianak berjalan dengan lancar dan terus dilanjutkan.

Sementara itu, berkaitan dengan Pembelajaran tatap muka, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pontianak, Iwan Amriady menyampaikan, bahwa pihaknya sudah melakukan evaluasi terhadap PTM yang sudah hampir tiga bulan berjalan.

Teknis Pelaksanaan PTM Harus Baik dan Prokes

"Kita evaluasi secara umum seluruh penyelenggara pendidikan, sekolah dan orang tua siswa dan saat ini dalam kondisi yang sudah bersemangat dan semakin bersemangat untuk pelaksanaan PTM," katanya.

Kesemangatan itu, kata dia, dibuktikan dengan meningkatnya berbagai agenda, akan tetapi Disdikbud kembalikan kepada pihak sekolah untuk pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

"Itu adalah denyut yang harus kita perhitungkan atas seluruh komponen yang berhubungan dengan sekolah dalam pelaksanaan PTM ini, " ungkapnya.

Kemudian terkait dengan teknis pelaksanaan PTM, lanjutnya, untuk di tingkat TK/PAUD sistem belajarnya dibagi kelompok per satu kelompok lima orang, sedangkan untuk SD dan SMP dibagi shift per 50 siswa setiap PTM dengan bergantian.

Dalam pelaksanaan PTM, timpal Kadisdikbud, jika pun misalnya ditemukan terdapat yang positif, maka akan langsung dilakukan isolasi mandiri dan dilakukan testing ke seluruh siswa maupun guru. Jika tidak berdampak yang signifikan selama sepekan maka PTM tetap dilanjutkan.

"Karena jikapun ditemukan yang positif belum tentu serta merta terjadi penularan di sekolah dan tentunya saya melakukan pemantauan secara khusus terhadap sekolah yang diinformasikan oleh Satgas covid melalui Dinkes jika terdapat pelajar yang dinyatakan positif, " ungkapnya.

Sejauh ini kata dia PTM di Kota Pontianak berjalan dengan lancar dan penerapan protokol kesehatan secara ketat. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved