Harysinto Linoh Ungkap Penyebab Menurunnya Capaian Vaksinasi di Kabupaten Sintang
Harysinto Linoh mengatakan penurunan jumlah masyarakat yang divaksin ada banyak faktor.
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Capaian vaksinasi di Kabupaten Sintang, yang mulai menurun disorot oleh Gubernur Kalbar, Sutarmidji.
Padahal, awal-awal Kabupaten Sintang menempati urutan ketiga dari 14 Kabupaten, kini merosot ke peringkat 4.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, Harysinto Linoh mengatakan penurunan jumlah masyarakat yang divaksin ada banyak faktor.
Pertama soal banjir yang melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Sintang.
"Kondisi banjir, berdampak pada vaksinasi di kecamatan dan desa. Jalan desa yang jalam darat itu putus, jadi petugas kesehatan menggunakan sampan, bawa vaksinnya, sampai ke desa yang terendam banjir mereka harus dikumpulkan di rumah yang yang tinggi, dan kita laksanakan vaksinasi di situ. Tetapi nakes di pelosok, tidak putus asa, mereka tetap berjalan teeutama untuk wilayah yang jauh," kata Sinto, Rabu 3 November 2021.
• Polres Landak Vaksinasi 100 Santri dan Pelajar di Kecamatan Ngabang
Selain faktor banjir, terdapat perbedaan data cakupan vaksinasi antara yang terentri di aplikasi Piker dan yang manual. Hal ini disebabkan karena tidak semua desa terjangkau oleh jaringan internet.
"Memsng ada perbedaan data manual dengan data yang di piker. Kesulitanya begini, kita lagi vaksinasi di desa, beberapa desa tidak ada sinyal, sexangkan untik entri di aplikasi piker itu harus ada sinyal internet. Jangankan sinyal, kadang listrik tidak ada di desa itu. Begitu kumpul, 500 orang belum dientri, kemudian pindah ke desa lain. Lalu saat mulai dientri ke aplikasi, ada yang nik salah ada yang tidak valid," ungkap Sinto.
Soal selisih vaksinasi dosis pertama dan kedua, Sinto menyebut hal ini disebabkan oleh kekurangan dosis vaksin yang menyebabkan vaksinasi kedua tertunda. Namun saat ini kata Sinto, jumlah vaksin sudah lebih baik dari sebelumnya.
"Jumlah vaksin sudah cukup. Ada juta beberapa masyarakat yang menganggap vaksin cukup 1 kali. Makanya kita lagi promosi, vaksinasi itu 2 kali biar lengkap," jelas Sinto.
[Update Berita Seputar Kabupaten Sintang]