Minat Masyarakat Kalbar Ikuti Vaksin Massal Menurun, Strategi Door To Door Harus Diambil
Semakin cepat capaian target vaksinasi Covid-19 maka cepat pula terbentuknya herd immunity.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Berbagai stakeholder pemerintah terus menggencarkan sebuan vaksinasi Covid-19 pada masyarakat Kalbar.
Semakin cepat capaian target vaksinasi Covid-19 maka cepat pula terbentuknya herd immunity.
Namun saat ini masih ada kendala untuk mencapai target vaksin tersbut.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, dr Harisson menuturkan minat masyarakat untuk mendatangi tempat-tempat vaksin massal sudah mulai berkurang atau menurun.
Ia menjabarkan baru empat daerah dengan capaian vaksinasi sudah diatas 40 persen yaitu Kota Pontianak, Singkawang, Bengkayang dan Sekadau.
Adapun capaian vaksinasi dosis satu yang sudah mencapai di atas 40 persen ada empat daerah yakni Kota Pontianak diangka 66,18 persen, Kota Singkawang 50,68 persen, Bengkayang 42,66 Persen , Sekadau 40,65 persen.
• Bakti Sosial dan Pelaksanaan Kerja Bakti di Lokasi Tanah Longsor di Dusun Entabang Desa Pala Pasang
Harisson mengatakan selain vaksinasi massal yang telah digencarkan dalam percepatan vaksinasi, sudah saatnya petugas melakukan jemput bola dengan dibarengi vaksinasi door to door.
“Kalau untuk di Pontianak vaksinasi satu sudah mencapai 66,18 persen. Kalau kita evaluasi vaksinasi massal yang kita selenggarakan peminatnya sudah turun maksimal hanya 200-300 orang untuk vaksin satu dan dua,”ujarnya.
Maka dari itu, dikatakannya sudah saatnya Kota Pontianak melaksanakan vaksinasi di level RW/RT. Selanjutnya door to door.
Harisson mengatakan terkait stok vaksinasi tidak menjadi masalah.
Dimana data terakhir yang ada pada aplikasi SMILE stok stok vaksin yang ada saat ini masih 769.599 dosis yang berada di kabupaten kota.
“Stok vaksin ini tentunya harus cepat di habiskan. Jangan dibiarkan lama menumpuk di dalam instalasi farmasi kabupaten atau di puskesmas,”tegasnya.
Harisson juga meminta pihak puskesmas harus pro aktif mendatangi masyarakat untuk melakukan vaksinasi ditingkat kecamatan, kelurahan maupun desa dan door to door.
“Jadi jangan hanya menunggu event. Mereka harus turung langsung,”pungkasnya.