Bulan Inklusi Keuangan 2021

Dirut Bank Kalbar sebut Program KUM Peduli Siap Bersinergi Bersama Tim TPKAD Wilayah Kalbar

Direktur Umum Bank Kalbar, Rokidi menyampaikan secara pribadi dan lembaga Bank Kalbar menyambut baik telah dikukuhkannya TPKAD sekaligus diluncurkanny

Penulis: Anggita Putri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Gubernur Kalimantan Barat mengukuhkan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) wilayah Kalbar yang diikuti oleh kabupaten kota secara virtual yang berlangsung di Ruang Data Analityc Room (DAR) Kantor Gubernur Kalbar, Rabu 27 Oktober 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat mengukuhkan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) wilayah Kalbar yang diikuti oleh kabupaten kota secara virtual yang berlangsung di Ruang Data Analityc Room (DAR) Kantor Gubernur Kalbar, Rabu 27 Oktober 2021.

Bersamaan dengan pengukuhan tersebut, sekaligus diluncurkan program Kredit atau Pembiayaan Melawan Rentenir (KPMR) yang merupakan produk dari Bank Pengelolaan Daerah (BPD) Kalimantan Barat dengan nama KUM (Kredit Usaha Mikro) Peduli.

KUM Peduli ini merupakan produk dari Bank Kalbar dengan suku bunga rendah sebagai upaya untuk melawan rentenir yang memberikan suku bunga yang cukup tinggi dan dapat menyiksa masyarakat yang memiliki usaha kecil.

Direktur Umum Bank Kalbar, Rokidi menyampaikan secara pribadi dan lembaga Bank Kalbar menyambut baik telah dikukuhkannya TPKAD sekaligus diluncurkannya Program KUM Peduli.

Dikatakannya program ini hadir karena masih banyak m masyarakat yang belum memahami bagaimana akses di lembaga keuangan.

“Dalam forum ini kami berharap sudah ada pembelajaran bagaimana masyarakat yang sekarang pada posisi UMKM bisa tau dan bisa mengakses yang sangat selaras dengan apa yang digagas oleh TPKAD,”ujarnya.

TPAKD Kapuas Hulu Dilantik Gubernur Kalbar Secara Virtual, Midji Harap Beri Manfaat untuk Masyarakat

Ia mengatakan tentu menginginkan juga ada serapan anggaran, tetapi disisi lain masyarajat mungkin tidak tau dalam hak ini. Kemudian sosialisasi masih terbatas dengan SDM yang juga terbatas.

“Jadi mau tidak mau dengan modal atau dengan berkiprah bersama TKPAD, Insya Allah semuanya akan selaras dengan apa yang diinginkan oleh Pemerintah. Dimana seluruh lembaga keuangan di perbankan bisa diakses semuanya oleh para UMKM supaya berdampak pada roda pertumbuhan ekonomi,”ungkapnya.

Dikatakannya diketahui bahwa pertumbuhan ekonomi terkahir 10,81 persen dengan haarapan kedepan bisa lebih dari itu, serta adanya lompatan untuk bisa mendongkrat perputaran ekonomi dan pertumbuhan ekonomi.

“Oleh karena itu percepatan ini kita harus mendorong yang selama ini barangkali kita masih luput,”ujarnya.

Dikatakannya program KUM Peduli dari Bank Kalbar sudah lama dikucurkan dan disandingkan dengan program OJK yang kaitannya dengan mengcounter jangan sampai rentenir tumbuh berjamur.

“Kita dukung dengan program ini supaya rentenir tidak ada lagi melalui program KUM peduli sebagai langkah antisipasi, karena sebulan bahkan bunga yang ditawarkan oleh para rentenir mencapai 20 persen, kalau di KUM Peduli ini hanya 5 persen setahun,”ungkapnya.

Ia berharap dengan adanya progam KUM Peduli bisa dimanfaatkan oleh masyarakat tentunya untuk masyarakat yang mempunyai usaha bukan masyarakat yang latah hanya berkeinginan tanpa ada usaha supaya nantinya fungsi dari TPKAD berjalan dengan baik. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved