Breaking News:

Waspadai Dua Modus Mafia Tanah yang Sudah Pernah Terjadi

Menurutnya, satu di antara yang membuat banyak masyarakat menjadi korban dari mafia tanah adalah dengan modus berpura-pura membeli rumah.

Editor: Nasaruddin
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil menjawab pertanyaan saat wawancara khusus dengan Tribunnews.com di Kantor Kementerian ATR/BPN di Jakarta, Kamis 27 Februari 2020. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan A Djalil mengingatkan untuk berhati-hati dengan modus yang dilakukan mafia tanah.

Menurutnya, satu di antara yang membuat banyak masyarakat menjadi korban dari mafia tanah adalah dengan modus berpura-pura membeli rumah.

Hal ini, menimpa keluarga mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal.

"Mafia tanah datang pura-pura ingin membeli rumah," ujar Sofyan dalam konferensi pers virtual, Senin 18 Oktober 2021.

Berantas Mafia Tanah, Kakanwil BPN Kalbar Optimis 2025 Bidang Pertanahan di Kalbar Bersertifikat

Karena dia membeli rumah, mafia tanah ini meminta sertifikat sang pemilik dan kemudian dipalsukan.

Agar si pemilik yakin, mafia tanah kemudian melakukan modus kedua yaitu dengan memberikan down payment (DP) atau uang muka sebagai tanda jadi.

"Harga rumah Rp 20 miliar, dikasih uang muka Rp 1 miliar, kemudian (mafia tanah) diberikan pinjaman sertifikatnya," lanjutnya.

Oleh karena itu, Sofyan mengingatkan masyarakat yang tidak memiliki pengalaman dalam jual-beli rumah tidak melakukannya sendiri, kecuali jika pembeli rumah sudah dikenal.

"Karena, nanti jangan-jangan datang (pembeli) itu adalah bagian mafia tanah. Hati-hati," tegas Sofyan.

Jika menggunakan jasa notaris atau Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) pun harus hati-hati karena banyak dari mereka yang menjadi bagian dari mafia tanah.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved