Berita Video
Pelatih Voli Cabuli Belasan Anak Didik Ditangkap Polisi, Satu Hamil 8 Bulan
Pelaku merayu dan membujuk korban agar datang ke rumahnya guna membahas perlombaan yang akan diikuti oleh klub voli mereka.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Seorang pelatih klub bola voli di Demak, Jawa Tengah berinisial LK (39), ditangkap karena diduga telah mencabuli belasan anak didiknya. Seorang korban hingga hamil delapan bulan.
Dikutip dari Kompas.com, aksi bejat pelaku berhasil terbongkar setelah seorang korban berinisial AN (14) melaporkan perbuatan tersangka ke polisi.
Korban AN mengaku telah dicabuli sebanyak lima kali oleh tersangka LK dan kini hamil delapan bulan.
Keterangan tersebut disampaikan oleh Kapolres Demak AKBP Budi Adhy Buono dalam gelar perkara di Mapolres Demak, Senin 18 Oktober 2021.
Kapolres mengungkap bahwa AN telah dicabuli pelaku sejak Januari hingga April 2021. "Pelaku ini mencabuli korban AN sejak Januari hingga April 2021," kata Budi.
Lebih lanjut, ia mengatakan pelaku mencabuli anak didiknya itu di rumahnya sendiri.
Pelaku merayu dan membujuk korban agar datang ke rumahnya guna membahas perlombaan yang akan diikuti oleh klub voli mereka.
Namun, tersangka malah memaksa korban untuk melayani hawa nafsunya selayaknya hubungan suami istri.
• JAM TAYANG Final Voli Putra Jabar Vs Jakarta & Voli Putri Jabar Vs Jateng Live Streaming Youtube
Setelah tahu korban ada yang hamil, pelaku mengancam agar tidak melapor ke orangtua maupun polisi.
“Setelah tahu korban hamil, tersangka ini bilang jangan lapor orangtua atau polisi,” ujar Budi.
Dari hasil penyelidikan polisi, tersangka LK diketahui telah mencabuli 12 anak didiknya.
Mereka masing-masing adalah PJ (18), ZA (16), SR (18), DK (18). Kemudian SB (18), IS (17), YD (19), RD (19). Lalu korban lainnya SA (18), AS, AF dan AT.
Aksi pencabulan itu sudah terjadi sejak 2019 lalu ketika latihan voli bersama.
Pelaku merayu korban dengan iming-iming akan memberi hadiah kaus, sepatu, deker hingga sepeda motor.
“Pada saat kejadian, rata-rata para korban yang ikut di klub voli milik tersangka ini masih di bawah umur. Korban ini dari berbagai sekolah," ungkap Budi.