Breaking News:

Hunian Layak Bagi MBR, Sukiryanto Sebut Ada Dua Program

"Kepemilikan rumah subsidi itu yang diatur harganya kalau Zona Kalimantan Barat ini,164 juta. Serta tipenya tidak boleh lebih dari tipe 36 itu yang di

TRIBUNPONTIANAK/DAVID NURFIANTO
Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Realestat Indonesia (REI), H Sukiryanto sekaligus Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (kiri) bersama News Manager Tribun Pontianak, Haryanto (kanan) di Ruang Tripon Cast. Kamis 14 Oktober 2021 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Realestat Indonesia (REI), H Sukiryanto menyebutkan ada dua program hunian bagi Masyarakat Berpendapatan Rendah (MBR)

Hal tersebut dipaparkan saat bertandang ke kantor Tribun Pontianak dan menghadiri Tripon Cast yang dipandu langsung oleh News Manager Tribun Pontianak, Haryanto. Kamis 14 Oktober 2021

Ia menjelaskan bahwa program hunian layak huni bagi Masyarakat Berpendapatan Rendah (MBR) ada 2, pertama memberikan subsidi kepada MBR yang belum memiliki rumah dengan subsidi kepemilikan rumah.

"Kepemilikan rumah subsidi itu yang diatur harganya kalau Zona Kalimantan Barat ini,164 juta. Serta tipenya tidak boleh lebih dari tipe 36 itu yang dikatakan untuk mensubsidi masyarakat MBR yang tidak memiliki rumah, yang saat ini kalau secara nasional itu backlock 7,6 juta," paparnya.

Kedua, memberikan subsidi bedah rumah artinya masyarakat yang sudah mempunyai rumah tapi rumahnya tidak layak, diberikan subsidi untuk memperbaiki rumah.

Sukiryanto Tegaskan Jangan Ada Monopoli Dalam Kemitraan Bisnis di Perusahaan BUMN

"Bedah rumah yang diprogramkan pemerintah,saat ini diberikan oleh pemerintah itu 20 juta untuk memperbaiki rumah. Nah ini kurang lebih backlock ada 2,3 juta secara nasional," kata Pria yang juga menjabat sebagai Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia.

Kemudian, Ia menjelaskan untuk Kalimantan Barat (Kalbar) kepemilikan rumah subsidi layak huni kurang lebih 120 ribu. Bedah rumah untuk rumah yang tidak layak itu kurang lebih ada sekitar 50 rb lebih.

"Yang jadi masalah bedah rumah ini setelah kita lihat datanya tidak merata," ujarnya.

Dari data yang diperoleh, Ia mengatakan bahwa data untuk bedah rumah tahun 2021di Kalbar. Sambas 100 unit, Singkawang 51 unit, Mempawah 50 unit, Pontianak 369 unit, kuburaya 2342 unit.

Lanjutnya, Kayong Utara hanya 100 unit, Bengkayang 50, Kapuas Hulu 50, Sintang 3046 unit.

Untuk itu, Ia mengungkapkan bahwa mengenai data ini sudah disampaikan kepada Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Guna meminimalisir adanya ketidakrataan dalam merealisasikan program tersebut.

"Sudah saya sarankan kepada kementerian pupr mengenai hal seperti ini agar ini di pantau, sehingga bisa terjadi pemerataan untuk program ini," tegasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved