Breaking News:

Apa Saja Syarat Sah dan Rukun Jual Beli dalam Islam?

Menurut mazhab Hanafiyah, Jual beli adalah pertukaran harta (mal) dengan harta dengan menggunakan cara tertentu.

Penulis: Nasaruddin | Editor: Nasaruddin
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi jual beli. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Perdagangan atau jual beli menurut bahasa berarti al-bay‟i, al-tijarah dan almubadalah yang artinya pertukaran sesuatu dengan sesuatu.

Menurut istilah yang dimaksud dengan jual beli adalah menukar barang dengan barang atau barang dengan uang dengan jalan melepaskan hak milik dari yang satu kepada yang lain atas dasar saling merelakan dan keduanya menerima untuk dibelanjakan dengan ijab dan kabul menurut cara yang diatur oleh syara'.

Menurut mazhab Hanafiyah, Jual beli adalah pertukaran harta (mal) dengan harta dengan menggunakan cara tertentu.

Pertukaran harta dengan harta disini, diartikan harta yang memiliki manfaat serta terdapat kecenderungan manusia untuk menggunakannya,
cara yang dimaksud adalah sigat atu ungkapan ijab kabul.

9 Kesalahan dalam Sholat Jumat yang Sering Terjadi

Menurut Imam Nawawi dalam kitab al-Majmu‟, al-bay‟i adalah pertukaran harta dengan harta dengan maksud untuk memiliki.

Jual beli adalah suatu kegiatan yang dilakukan dalam kehidupan manusia dalam rangka untuk mempertahankan kehidupan mereka di tengah-tengah masyarakat

Rukun Jual Beli

Menurut sebagian besar ulama, rukun jual beli ada lima macam, yaitu:

1). Penjual

2). Pembeli

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved