Breaking News:

ANBK di Tapal Batas, Siswa dan Guru Terpaksa Bermalam di Bukit, Jaringan Numpang Milik Malaysia

"Sekolah ke bukit lokasi ANBK 13 kilometer. Ke batas serawak (malaysia) 3 kilometer. Hitung normal saja, satu jam 4 kilo meter jalan kaki," kata Ketua

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Pelajar SMP Negeri 4 Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, terpaksa mengikuti pelaksanaan Asassment Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di Bukit Empaung, Perbatasan Indonesia dengan Negara Malaysia. Tidak hanya itu, selama proses pelaksanaan ANBK, jaringan internet yang digunakan pelajar juga numpang milik Malaysia, yaitu jaringan Maxis dan Selkom. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Pelajar SMP Negeri 4 Ketungau Hulu, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, terpaksa mengikuti pelaksanaan Asassment Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di Bukit Empaung, Perbatasan Indonesia dengan Negara Malaysia.

Tidak hanya itu, selama proses pelaksanaan ANBK, jaringan internet yang digunakan pelajar juga numpang milik Serawak, Malaysia, yaitu jaringan Maxis dan Selkom.

Dari informasi yang dihimpun Tribun Pontianak, ada 45 pelajar SMPN 4 Ketungau Hulu, yang harus menempuh perjalanan cukup ekstrem, mendaki bukit Empaung, di Desa Nanga Bayan, Kecamatan Ketungau Hulu.

Pelaksanaan ANBK jenjang SMP di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, digelar pada 4--5 Oktober 2021 lalu.

Jarak dari Desa Nanga Bayan ke Bukit Empaung sekitar 13 kilometer.

"Sekolah ke bukit lokasi ANBK 13 kilometer. Ke batas serawak (malaysia) 3 kilometer. Hitung normal saja, satu jam 4 kilo meter jalan kaki," kata Ketua Kelompok Informasi Masyarakat Perbatasan Ambresius Murjani kepada Tribun Pontianak, Selasa 12 Oktober 2021.

Ratusan Orang Kecamatan Kubu Hadiri Gerai Vaksin Presisi Polri di PT Sintang Raya Kubu Raya

Selama pelaksanaan ANBK pada 4--5 Oktober 2021, para siswa dan guru menginap di atas bukit Empaung selama tiga hari 2 malam.

Para orangtua murid sudah terlebih dahulu pergi ke bukit untuk mendirikan tenda di hari sebelumnya. Sementara peserta didik dan guru, menyusul kemudian.

"Anak peserta ANBK bermalam selama 3 hari 2 malam. Orang tua yang mempersiapkan tempat, tenda dan bantu angkut alat untuk ANBK," ungkap Murjani.

Sebenarnya, di Nanga Bayan ada tower mini BTS Telkimsel yang dibangun Bakti Kominfo. Namun tidak berfungsi karena rusak.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved