Breaking News:

Dialog Bersama Pemuda Sintang, Christiandy Soroti Masalah Gas Elpiji Hingga Sembako

Disampaikan Sukardi dan Alfredo, selain ada rumah yang tenggelam dan hanyut, masyarakat di desa memerlukan topangan bahan sembako, kebutuhan bayi hing

Penulis: Imam Maksum | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Christiandy Sanjaya saat melakukan dialog dengan masyarakat Sintang via zoom, Senin 11 Oktober 2021 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Anggota Komite II DPD RI, Christiandy Sanjaya melakukan dialog dengan tokoh pemuda Kabupaten Sintang yang sempat terdampak banjir, Senin 11 Oktober 2021.

Adalah Sukardi dan Alfredo, dua tokoh muda Sintang yang peduli terhadap masyarakat menyampaikan kerisauan pasca banjir terbilang besar minggu pertama Oktober 2021 lalu.

Salah satu Kecamatan yang lumpuh adalah Kecamatan Ambalau Kabupaten Sintang.

Geliat Ekonomi Meningkat, DPRD Pontianak Widodo Minta Masyarakat & Pemerintah Sinergi Tekan Covid-19

Disampaikan Sukardi dan Alfredo, selain ada rumah yang tenggelam dan hanyut, masyarakat di desa memerlukan topangan bahan sembako, kebutuhan bayi hingga kelambu. 

Bantuan jangka pendek, disampaikan mereka ada yang sudah sampai ke kota wilayah kecamatan, namun tidak bisa menjangkau semua desa. 

Sukardi pun menjelaskan penduduk di desanya yakni Desa Tahai Permai akan menghadapi kesulitan pangan karena petani tidak bisa berladang atau bersawah karena banjir.

Dikabarkan juga olehnya soal kesulitan bahan bakar. Harga bahan bakar minyak (BBM) Pertalite dan Bensin Kecamatan Ambalau saat ini Rp. 10 ribu perliter, namun di desanya bisa mencapai Rp. 15 ribu perliter.

Sedangkan gas elpiji ukuran 3 kg di desa seharga Rp. 35-45 ribu. Penyebabnya karena permasalahan transportasi, jarak yang jauh dari kota kecamatan, mobilitas penduduk sulit, selain daripada harga bahan BBM dan gas juga tinggi. 

"Jadi beban hidup masyarakat pedesaan di Kalbar semakin berat bila terjadi bencana alam banjir seperti disebutkan," kata Sukardi.

Aspirasi dari masyarakat ini pun mendapat respon serius dari Christiandy Sanjaya. Khususnya terkait pembagian sembako dan masalah disparitas (perbedaan) harga BBM dan gas elpiji.

Sementara mengenai transportasi dan fasiltas jalan akan disampaikan kepada pemerintah pusat melalui Komite II DPD RI.  

Terutama terkait minyak dan gas bumi, Komite II DPD RI dalam reses yang berlangsung dari tanggal 9 hingga 31 Oktober 2021 melakukan pengawasan terhadap Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi serta Pperubahannya dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. 

Diakhir pertemuan Christiandy Sanjaya pun mengharapkan kedua tokoh muda Sintang tersebut membantu menyalurkan bantuan sembako tersebut kepada masyarakat yang terdampak sesuai dengan paket yang tersedia. (*)

Update Informasi Seputar Kota Pontianak

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved