Pola Hidup Sehat

APA Itu Penyakit Klepto? Kenali Gejala Penyakit Klepto dan Cara Mengobatinya

Salah satu gejala yang bisa dimiliki oleh orang dengan kondisi ini adalah adanya kesulitan diri mereka untuk menahan rasa ingin mencuri.

Tayang:
Penulis: Mirna Tribun | Editor: Mirna Tribun
KOLASE TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/YOUTUBE
Penyakit Klepto. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID – Kleptomania atau klepto adalah kondisi gangguan perilaku yang dilakukan dengan mencuri atau mengutil.

Kondisi ini bisa kambuh dan orang tersebut sering mengalami kesulitan menahan keinginan untuk mencuri barang.

Umumnya barang yang dicuri adalah barang yang tidak ia butuhkan dan tidak berguna.

Beberapa orang dengan kondisi ini bahkan termasuk orang dengan ekonomi berkecukupan.

Kleptomania adalah gangguan kesehatan jiwa serius yang dapat menyebabkan luka batin mendalam bagi Anda dan orang-orang terdekat jika tidak terobati.

Apa Itu Penyakit Step ? Kenali Gejalanya dan Ini Pertolongan Pertama Step Pada Anak

Ada beberapa gejala kleptomania yang dominan, berikut cirinya:

1. Sulit menahan rasa ingin mencuri

Salah satu gejala yang bisa dimiliki oleh orang dengan kondisi ini adalah adanya kesulitan diri mereka untuk menahan rasa ingin mencuri.

Mereka sadar bahwa mencuri adalah suatu hal yang salah, namun perasaan mencuri orang klepto sangat kuat.

Alhasil, orang dengan kondisi ini sering mengabaikan akal sehatnya, dan tetap memilih mencuri.

2. Setelah mencuri, mereka merasa puas

Orang dengan kondisi gangguan perilaku ini sering merasa cemas, gelisah, dan tidak tenang apabila tidak melancarkan aksi mencurinya.

Untuk menghilangkan perasaan tidak tenang tersebut, mau tidak mau mereka mencuri untuk melepaskan gelisahnya.

Apa Itu Penyakit Scabies Pada Manusia ? Kenali Gejala Penyakit Scabies dan Penyebabnya

3. Spontan mencuri

Berbeda dengan maling yang umumnya merencanakan sesuatu saat mencuri.

Kleptomania umumnya akan melakukan aksi pencurian secara spontan, terjadi begitu saja.

Ini karena dorongan mencuri dan rasa gelisah yang timbul bisa datang kapan saja.

4. Sering kambuh

Selain menimbulkan rasa cemas, gelisah, dan spontan mencuri, orang dengan kondisi gangguan ini umumnya akan mengalami masa kambuh.

Episode kambuh ini bisa terjadi kapan saja.

Gejala lainnya:

  • Merasa tertekan, cemas, atau terangsang yang hanya bisa diatasi dengan mencuri
  • Merasa sangat bersalah, menyesal, membenci diri sendiri, malu, atau takut ditangkap setelah mencuri
  • Bukan sebagai aksi balas dendam atau cari perhatian
  • Namun selepas itu, muncul kembali keinginan untuk mencuri dan siklus klepto nya kambuh

Jika dibiarkan tanpa penanganan, kleptomania bisa menimbulkan banyak masalah pada kehidupan penderitanya, baik dalam lingkup keluarga maupun pekerjaan.
Penderita kleptomania dapat merasa bersalah, malu, bahkan membenci dirinya sendiri.

Perasaan tersebut muncul dari kesadaran bahwa mencuri adalah tindakan yang salah, tetapi dia tidak bisa menahan dorongan untuk mencuri.

Kondisi lain yang diduga dapat timbul akibat menderita kleptomania meliputi:

  • Depresi
  • Kecanduan alkohol
  • Penyalahgunaan NAPZA
  • Gangguan kecemasan
  • Gangguan kepribadian
  • Gangguan bipolar
  • Percobaan bunuh diri

APA Itu Penyakit Jantung Rematik? Ini Gejala Penyakit Jantung Rematik dan Cara Mengobatinya

Penyebab Penyakit Kleptomania

Sebenarnya penyakit “suka mencuri” ini tidak diketahui secara pasti. Namun, beberapa teori menunjukkan bahwa adanya perubahan otak pada pasien dengan kondisi ini dikaitkan dengan beberapa hal, seperti:

1. Adanya masalah dengan serotonin

Serotonin adalah zat kimia alami yang diproduksi tubuh dari asam amino trytophan dan dapat ditemukan pada otak, sistem pencernaan, dan dalam trombosit darah.

Serotonin memiliki peran penting bagi tubuh, seperti membantu proses penyembuhan luka, menjaga kesehatan tulang, serta mengatur suasana hati dan emosi.

Kadar serotonin di dalam tubuh sangat rendah, bisa membuat seseorang rentan mengalami perilaku impulsif.

Yaitu, melakukan suatu hal secara tiba-tiba sesuai suasana hati tanpa memikirkan akibatnya. Inilah kenapa peneliti mengaitkan adanya masalah dengan serotonin dengan penyakit mental “suka mencuri”.

2. Gangguan adiktif sebagai penyebab kleptomania

Mungkin pada awalnya tindakan kleptomania atau mencuri ini dilakukan karena terpaksa akibat kesulitan ekonomi.

Setelah berhasil melakukan pencurian sekali, dua kali, dan seterusnya, mencuri bisa jadi kebiasaan dan membuat ketagihan. Kenapa?

Mencuri dapat melepaskan dopamin, yaitu hormon yang merangsang perasaan senang.

Nah, perasaan tegang, senang, dan lega yang dilakukan setelah dan selama mencuri tersebut, kemungkinan menjadi dorongan seseorang untuk melakukannya berulang kali.

3. Ketidakseimbangan sistem opiod otak

Pengunaan obat terlarang, seperti opioid bisa menyebabkan ketidakseimbangan opioid di otak.

Akibatnya, seseorang akan jadi kecanduan dan ketergantungan dengan obat ini.

Ketergantungan opioid bisa menyebabkan gangguan adiktif; seseorang jadi tidak mampu menahan dirinya melakukan suatu hal.

Misalnya, mengambil barang milik orang lain dan kemungkinan melakukan tindakan tersebut berulang kali.

Pengobatan Kleptomania

Kleptomania tidak bisa diatasi seorang diri dan akan berlangsung terus-menerus jika tidak ditangani secara medis.

Untuk menangani gangguan ini, dokter dapat menggunakan metode psikoterapi, pemberian obat-obatan, atau kombinasi keduanya.

  • Psikoterapi

Jenis psikoterapi yang biasanya digunakan untuk menangani kleptomania adalah terapi perilaku kognitif.

Melalui terapi ini, pasien akan diberikan gambaran mengenai perbuatan yang dilakukan dan akibat yang mungkin diterima, termasuk berurusan dengan pihak berwajib.

Dengan begitu, pasien diharapkan semakin menyadari bahwa pencurian merupakan tindakan yang salah, sehingga pasien semakin termotivasi untuk tidak mencuri.

Pasien juga akan diajarkan cara bagaimana melawan keinginan kuatnya untuk mencuri, misalnya dengan teknik relaksasi.

  • Obat-obatan

Untuk obat-obatan, dokter dapat meresepkan obat antidepresan jenis selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI).

Obat ini membuat serotonin bekerja lebih efektif, sehingga dapat menstabilkan emosi pasien.

Dokter juga bisa memberikan obat antagonis opioid yang berfungsi menurunkan dorongan untuk mencuri dan rasa senang yang timbul setelah mencuri.

Kleptomania harus ditangani secara berkelanjutan, agar tidak kambuh.

Jika gejala sudah membaik tetapi timbul keinginan untuk mencuri lagi, segera temui dokter. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved