Breaking News:

Gelar Recycling BPD dan BPR, OJK Pastikan Rasio Kredit Bermasalah pada Agustus 2021 Terkendali

tahun yang cukup menantang bagi industri perbankan mengingat Pandemi Covid-19 masih membatasi ruang gerak pelaku usaha dalam melakukan ekspansi

Editor: Nina Soraya
DOK/OJK Kalbar
Kepala OJK Kalbar Maulana Yasin bersama peserta Recycling BPD dan BPR Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2021 pada Selasa, 5 Oktober 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalbar menggelar Recycling BPD dan BPR Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2021 pada Selasa, 5 Oktober 2021.

Kepala OJK Kalbar Maulana Yasin dalam sambutannya memaparkan hingga Agustus 2021 pertumbuhan aset perbankan secara konsolidasi sebesar 6,24% (YoY) atau masih di bawah rata-rata pertumbuhan aset perbankan nasional 6,91% (YoY).

"Pertumbuhan aset didorong oleh peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 4,33% (YoY)," ujarnya.

OJK Kalbar Gelar Ribuan Vaksinasi Massal di SMKN 4 Pontianak

Namun demikian pertumbuhan kredit secara konsolidasi perbankan posisi bulan Agustus 2021 sebesar 5,43% (YoY) di atas rata-rata pertumbuhan kredit perbankan nasional yaitu 1,16% (YoY).

“Pertumbuhan kredit berdasarkan sektor ekonomi didominasi oleh Sektor Rumah Tangga dengan share 26,90%, Sektor Pertanian Perburuan Kehutanan dengan share 22,48% dan Sektor Perdaganga Besar Eceran dengan share 21,23%,” katanya.

Sementara itu rasio kredit bermasalah posisi bulan Agustus 2021 atau NPL relatif terkendali sebesar 2,30% dibandingkan NPL nasional sebesar 3,35%.

Tahun 2021 ini tentunya merupakan tahun yang cukup menantang bagi industri perbankan mengingat Pandemi Covid-19 masih membatasi ruang gerak pelaku usaha dalam melakukan ekspansi khususnya bagi sektor UMKM.

Airlangga Hartarto Puji OJK dan Perbankkan Bantu UMKM Hingga Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional

Sehingga Perbankan dituntut agar lebih memahami kondisi terkini masing-masing debitur yang terdampak pandemi Covid-19.

Penyebaran varian delta yang terjadi tahun 2021 juga merupakan tantangan bagi sektor perbankan untuk memastikan bahwa Stimulus yang telah dikeluarkan oleh OJK melalui POJK No 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus perekonomian nasional sebagai kebijakan countercyclical dampak penyebaran coronavirus disease 2019 dapat tepat sasaran.

Menurutnya bahwa OJK telah memperpanjang POJK tersebut sebanyak dua kali sampai dengan tahun 2023.

Dia mengatakan kegiatan Recycling BPD dan BPR ini bertujuan untuk dapat meningkatkan kompetensi insan perbankan agar dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan bisnis serta peningkatan kinerja keuangan Bank di Provinsi Kalimantan Barat.

Maulana Yasin Pimpin OJK Kalbar, Bangun Sinergisitas untuk Membangkitkan Semangat Pemulihan Ekonomi

Recycling bagi insan perbankan untuk BPD dan BPR dengan narasumber Juanda Rovelim yang nanti akan menyampaikan materi mengenai Digital Advertising dan Social Media Marketing.

“Kami harapkan dapat menjadi salah satu kiat bagi perbankan untuk mengembangkan bisnis dari segi pemasaran produk dan jasa agar lebih efektif dan efisien,” ujarnya.

Pada era digitalisasi saat ini perbankan dituntut untuk dapat lebih adaptif dalam proses bisnisnya sehingga kegiatan pemasaran produk dan jasa maupun edukasi kepada para nasabah BPD maupun BPR dapat lebih masif dengan bantuan platform digital maupun social media.

“Dalam kesempatan ini, kami harapkan peserta dapat selalu menjaga kesehatan dengan disiplin protokol kesehatan,” tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved