Pola Hidup Sehat
Apa Itu Penyakit Step ? Kenali Gejalanya dan Ini Pertolongan Pertama Step Pada Anak
Step dapat terlihat sebagai penyakit yang serius pada anak, apalagi setelahnya anak akan merasa mengantuk dan memejamkan mata lebih sering.
Penulis: Mirna Tribun | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Penyakit step atau kejang demam adalah reaksi mendadak yang dapat terjadi ketika anak-anak mengalami demam sangat tinggi dengan suhu tubuh di atas 38 derajat celcius.
Kejang ini biasanya berlangsung selama beberapa menit, kemudian berhenti dengan sendirinya meski anak masih berstatus demam tinggi.
Step dapat terlihat sebagai penyakit yang serius pada anak, apalagi setelahnya anak akan merasa mengantuk dan memejamkan mata lebih sering.
Meski demikian, kondisi ini biasanya tidak mengakibatkan masalah kesehatan yang lebih serius.
Penyakit step biasanya dipicu oleh demam tinggi yang dialami oleh anak.
• Apa Itu Penyakit Scabies Pada Manusia ? Kenali Gejala Penyakit Scabies dan Penyebabnya
Namun, tidak menutup kemungkinan juga anak akan mengalami kejang sekalipun demamnya tidak terlalu tinggi.
Beberapa hal yang dapat membuat anak menderita penyakit step, yakni:
- Infeksi, baik infeksi virus maupun bakteri.
Salah satu infeksi yang paling banyak menyebabkan kejang pada anak adalah virus penyakit roseola yang memang ditandai dengan demam tinggi pada anak.
- Beberapa jenis vaksin yang memiliki risiko kejadian ikutan pascaimunisasi berupa kejang adalah DPT (difteri, pertusis, tetanus) dan MMR (measles-campak, mumps-gondongan, rubella).
Vaksin ini kerap menyebabkan demam pada anak dan demam inilah yang memicu kejang.
- Anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun (terutama pada umur 12-18 bulan) memiliki risiko lebih besar terkena penyakit step.
- Anak yang memiliki saudara atau orangtua dengan riwayat penyakit step berpeluang lebih besar untuk terkena penyakit yang sama.
Perlu ditekankan bahwa penyakit step tidak sama dengan epilepsi.
Pada anak yang menderita epilepsi, kejang akan berlangsung sangat sering, bahkan ketika ia tidak sedang demam.
Sementara pada anak dengan penyakit step, kejang hanya terjadi pada saat demam.
Namun, Anda patut waspada jika kejang demam pada anak berlangsung lebih dari 15 menit karena dapat meningkatkan risiko anak terkena epilepsi.
• Inilah Hewan yang Menyebabkan Penyakit Pes, Apa Itu Penyakit Pes ?
Gejala Kejang Demam
Kejang demam ditandai oleh terjadinya kejang saat demam.
Gejala kejang demam adalah hentakan pada tungkai dan lengan yang berulang (kelojotan), mata mendelik ke atas, dan anak kehilangan kesadaran.
Kejang demam biasanya terjadi kurang dari 2 menit.
Namun pada beberapa kasus, kejang demam dapat terjadi hingga 15 menit.
Anak yang mengalami kejang demam akan langsung sadar setelah kejang reda, walaupun tampak bingung atau lelah.
Biasanya kejang juga tidak berulang dalam kurun waktu 24 jam.
Kejang demam seperti ini disebut kejang demam sederhana.
Jika kejang terjadi lebih dari 15 menit, atau terjadi lebih dari sekali selama kurun 24 jam, kejang demam tersebut dapat digolongkan sebagai kejang demam kompleks.
Kejang yang muncul pada kejang demam kompleks juga bisa terjadi hanya pada salah satu bagian tubuh.
Anak yang pernah mengalami kejang demam berisiko untuk mengalaminya lagi ketika demam, terutama bila usia anak masih di bawah 15 bulan.
• 5 Gejala Penyakit Kolera, Kenali Penyebab Penyakit Kolera dan Pengobatannya
Pertolongan Pertama Step pada Anak
Ketika anak mengalami penyakit step atau kejang demam, ibu amat dianjurkan tidak panik.
Hal sebaliknya, ibu perlu tenang agar dapat memberikan pertolongan pertama dengan baik.
Menurut National Institutes of Health dan National Health Service (NHS) - UK, pertolongan pertama pada anak yang mengalami step, yaitu:
- Jangan menggendong anak atau mencoba menghentikan step atau kejang agar anak tidak bergerak.
- Jangan tinggalkan anak yang mengalami step sendirian.
- Baringkan anak di lantai atau di tempat yang aman. Bersihkan area furnitur atau benda tajam lainnya.
- Selipkan selimut di bawah anak jika lantainya keras.
- Pindahkan anak hanya jika mereka berada di lokasi yang berbahaya.
- Kendurkan baju bila ketat, terutama di sekitar leher. Jika memungkinkan, lepaskan pakaian dari pinggang ke atas.
- Jika anak muntah atau jika air liur dan lendir menumpuk di mulut, balikkan anak miring atau tengkurap.
- Ini juga penting dilakukan jika lidah tampak menghalangi pernapasan.
- Jangan memasukkan apapun ke dalam mulut anak untuk mencegahnya menggigit lidah. Hal ini justru dapat meningkatkan risiko cedera.
Nah, itulah beberapa pertolongan pertama ketika Si Kecil mengalami step. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/apa-itu-penyakit-step-kenali-gejalanya-dan-ini-pertolongan-pertama-step-pada-anak.jpg)