Sejarah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awwal
Abu Sa`id Kukburi - kelahiran 549 Hijriyah dan wafat pada 630 Hijriyah - adalah raja Irbil yang saat ini masuk dalam wilayah Irak.
Lalu bentuk acaranya semakin berkembang dan bervariasi.
Di Indonesia, terutama di pesantren, para kyai dulunya hanya membacakan syi’ir dan sajak-sajak itu, tanpa diisi dengan ceramah.
Namun kemudian ada muncul ide untuk memanfaatkan momentum tradisi maulid Nabi SAW yang sudah melekat di masyarakat ini sebagai media dakwah dan pengajaran Islam.
Akhirnya ceramah maulid menjadi salah satu inti acara yang harus ada, demikian juga atraksi murid pesantren.
• APA Manfaat Sholawat Nabi? Penjelasan Ustaz Abdul Somad Terkait Sholawat serta Bacaan Sholawat Nabi
Menurut Nur Azizah dalam Pro Kontra Maulid Nabi: Mencari Titik Kesepahaman, mengungkapkan, teori lain menyatakan bahwa perayaan Maulid Nabi SAW sudah dilaksanakan pada tahun 579.
Teori ini berdasarkan pendapat Ibnu Jubair yang mengaku mendapati pendudukan Mekah merayakan Maulid kala itu.
Ibnu Jubair sendiri adalah ulama asal Andalusia yang hidup dalam rentang waktu 539 hingga 614 hijriyah.
Terlepas dari sejarah dan hukum merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, MUI mengimbau masyarakat untuk memperhatikan beberapa hal agar perayaan maulid Nabi SAW tidak melenceng dari aturan agama yang benar:
- Mengisi dengan bacaan-bacaan shalawat kepada Rasulullah SAW.
- Berdzikir dan meningkatkan ibadah kepada Allah SWT.
- Membaca sejarah Rasulullah saw. dan menceritakan kebaikan-kebaikan dan keutamaan-keutamaan beliau.
- Memberi sedekah kepada yang membutuhkan atau fakir miskin.
- Meningkatkan silaturrahim.
- Menunjukkan rasa gembira dan bahagia dengan merasakan senantiasa kehadiran Rasulullah saw. di tengah-tengah kita.
- Mengadakan pengajian atau majlis ta’lim yang berisi anjuran untuk kebaikan dan mensuritauladani Rasulullah SAW
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ilustrasi-maulid-nabi-muhammad-saw.jpg)