Sebelum Terbang Naik Pesawat, Lengkapi Dokumen Wajib Perjalanan Terbaru Masa PPKM Oktober 2021

Sebelum memutuskan terbang naik pesawat, ada baiknya mengetahui lebih apa saja dokumen syarat wajib yang harus dilengkapi.

Penulis: Rizky Zulham | Editor: Rizky Zulham
Dokumen Lion Air
Ilustrasi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Sebelum memutuskan terbang naik pesawat, ada baiknya mengetahui lebih apa saja dokumen syarat wajib yang harus dilengkapi.

PPKM Jawa-Bali masih terus diterapkan untuk menekan laju penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Meski begitu, pada periode PPKM kali ini, tak ada daerah berstatus level 4 di Jawa dan Bali.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, jumlah infeksi Covid-19 secara nasional kurang dari 2.000 kasus pada Senin 20 September 2021.

Sementara itu, saat ini tercatat kurang dari 60.000 kasus aktif Covid-19.

Syarat Baru Calon Penumpang Pesawat Berlaku Oktober 2021 Selama Masa PPKM

Setelah melalui titik puncaknya pada 15 Juli 2021 lalu, kasus infeksi harian telah turun hingga 98 persen di Jawa dan Bali.

"Dengan berbagai perbaikan tersebut, saat ini sudah tidak ada lagi kabupaten dan kota yang berada di level 4 di Jawa-Bali," ujar Luhut yang juga Koordinator PPKM Jawa-Bali.

Pemerintah pun tetap menerapkan sejumlah aturan untuk membatasi mobilitas masyarakat selama periode PPKM 21 September sampai 4 Oktober kali ini, termasuk bagi pelaku perjalanan udara domestik dan internasional.

Hasil uji RT-PCR atau rapid antigen dapat digunakan sebagai syarat perjalanan udara di daerah dengan status PPKM level 3 dan level 2 di Jawa dan Bali.

Aturan tersebut tertulis dalam Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 43 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3 dan Level 2 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali.

Berdasarkan aturan tersebut, pelaku perjalanan domestik yang menggunakan pesawat udara wajib menunjukkan kartu vaksinasi minimal dosis pertama dan hasil tes negatif Covid-19.

Penumpang yang baru menerima vaksin Covid-19 dosis pertama harus menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan.

Sedangkan pelaku perjalanan yang sudah mendapatkan vaksin Covid-19 dosis kedua, dapat menunjukkan surat keterangan hasil negatif Covid-19 dari rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan.

Ketentuan tersebut berlaku untuk perjalanan udara antar bandara yang berada di daerah PPKM Level 3 dan Level 2 di wilayah Jawa dan Bali.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved