Akhirnya SBY Bereaksi! Tuliskan Kata-kata Menohok Terkait Hukum dan Keadilan
Kamhar menyebut, langkah YIM itu adalah 'mengobok-obok' partai politik dan membuka ruang yang semakin lebar untuk mengintervensi independensi....
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Sosok Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membuat cuitan perihal hukum.
SBY mempunyai nama lengkap Jenderal TNI Prof. Dr. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, M.A., GCB., AC.
Presiden Indonesia ke-6 yang menjabat sejak 20 Oktober 2004 hingga 20 Oktober 2014.
SBY merupakan Presiden pertama di Indonesia yang dipilih melalui jalur pemilu.
Cuitan ini dibuat SBY setelah advokat senior Yusril Ihza Mahendra mengajukan judicial review Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Partai Demokrat ke Mahkamah Agung.
Dalam tweet di akun pribadinya, @SBYudhoyono, Senin 27 September 2021, SBY menyebut uang dapat membeli banyak hal, namun tidak semuanya bisa dibeli oleh uang.
SBY kemudian menyinggung soal hukum.
Menurut SBY, hukum bisa saja dibeli, tapi tidak untuk keadilan.
• Perseteruan Makin Panas, Kubu Moeldoko Gandeng Yusril Ihza Mahendra Gugat AD/ART Partai Demokrat
Oleh karena itu, SBY mengatakan dirinya masih percaya dengan integritas penegak hukum.
Ia pun mengajak untuk berjuang agar hukum tidak berjarak dengan keadilan.
"Money can buy many things, but not everything. Mungkin hukum bisa dibeli, tapi tidak untuk keadilan. Sungguhpun saya masih percaya pada integritas para penegak hukum, berjuanglah agar hukum tidak berjarak dengan keadilan. *SBY*," tulis SBY.
SBY tidak menyebut tweet tersebut ditujukan untuk siapa.
Namun, diduga kuat pernyataan SBY itu terkait dengan langkah Yusril yang melakukan judicial review atas AD/ART Demokrat.
Yusril mengaku mewakili 4 anggota Demokrat yang dipecat oleh Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, yang kini berada di kubu Moeldoko.
• Perjalanan Panjang Dua Dekade Partai Demokrat, Dari Pembentukan Oleh SBY Hingga Kepimpinan AHY
Yusril Ajukan Judicial Review AD/ART Demokrat