Mahasiswa Untan Pontianak Berhasil Olah Limbah Ampas Tebu Jadi Produk Antipolusi dan Pereda Stres

Adapun pada program tersebut mengangkat Produk Antipolusi dan Pereda Stres dari ampas tebu yang diciptakan oleh tim PKM-K ini berupa masker kain yang

Penulis: Anggita Putri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Tim Mahasiswa UNTAN yang berhasil Olah Limbah Ampas Tebu Jadi Produk Antipolusi dan Pereda Stres pada program yang didanai oleh Ditjen Belmawa Kemenristekdikti. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Lima Mahasiswa UNTAN berhasil Olah Limbah Ampas Tebu Jadi Produk Antipolusi dan Pereda Stres.

Tak hanya itu saja kelima mahasiswa Untan tersebut sekaligus mewakili Indonesia bersama 4. 522 Tim dari berbagai Universitas di Indonesia melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).

Mahasiswa yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa dalam bidang Kewirausahaan (PKM-K) ini yaitu Rizki Mutia Sari Jurusan Farmasi, Putri Andriani Jurusan Keperawatan, Manisa Jurusan Farmasi, Husna Syafiqa Jurusan Farmasi, dan Ardimansyah Jurusan Akuntansi.

Tim tersebut dibimbing dosen dari program studi Farmasi Rafika Sari. Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tersebut didanai Ditjen Belmawa Kemenristekdikti.

Adapun pada program tersebut mengangkat Produk Antipolusi dan Pereda Stres dari ampas tebu yang diciptakan oleh tim PKM-K ini berupa masker kain yang disertai filter karbon aktif dan bantal leher aromaterapi lavender sebagai terapi komplementer pereda stres.

Satu diantara kelima mahasiswa Untan tersebut, Rizki Mutia Sari mengatakan ide ini terinspirasi dari banyaknya limbah ampas tebu dari penjual minuman sari tebu yang pengolahannya masih sangat belum optimal.

“Pengolahan hanya dilakukan pembakaran saja oleh masyarakat, padahal ampas tebu memiliki potensi besar untuk dijadikan produk yang bermanfaat,”ujarnya, Senin 20 September 2021.

Hal ini juga didukung naiknya minat penggunaan masker dan tingkat kesehatan mental masyarakat yang menurun di saat pandemi.

Karena itu, ia dan keempat temannya akhirnya memutuskan memilih limbah untuk dibuat menjadi produk yang ramah lingkungan. Limbah dipilih karena memiliki harga yang terjangkau bagi konsumen.

Berdasarkan hasil uji komposisi ampas tebu, ampas tebu memiliki komponen Selulosa 35,01%, Hemiselulosa 25,24 %, Lignin 6,4%, dan Silikat 9,35 %.

KKN di Desa Tempatan Mahasiswa Fakultas Hukum Untan Sukses Selenggarakan Penyuluhan Hukum

Kandungan selulosa dan lignin yang terkandung pada ampas tebu berpotensi untuk diubah menjadi sumber karbon sehingga berperan penting pada proses adsorpsi yang selanjutnya dapat digunakan untuk tambahan filter pada masker kain dan dapat meningkatkan efektifitas masker dalam menyaring udara.

"Untuk sekarang proses pengolahan limbah masih saya lakukan secara mandiri bersama anggota tim yang lain. Namun untuk kedepannya kami berencana akan melakukan kerjasama dengan pemberdayaan masyarakat untuk mengolah dan mengelola proses produksinya agar bisa lebih efisien” katanya dan keempat rekan lainnya.

Ia berharap dari Produk yang tim PKM-K buat ini dapat menjadi solusi untuk permasalahan yang sekarang dihadapi.

Dimana diketahui bahwa maraknya polusi udara dan penularan COVID-19 melalui droplet yang mengandung virus ataupun aliran udara (aerosol).

Pada sisi permintaan, tingginya permintaan akan barang dan jasa berdampak pada pembangunan sektor ekonomi UKM di Indonesia khususnya di Provinsi Kalimantan Barat.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved