Proses Terjadinya Hujan Es
Hujan es disertai angin kencang ini merusak puluhan atap rumah warga, merobohkan gapura, dan satu unit rumah warga.
Oleh karena itu, hujan yang turun bisa dalam bentuk padat.
Sementara itu, prakirawan cuaca BMKG Stasiun Meteorologi Klas II Bandara Internasional Lombok (BIL), Kadek Setiya Wati, dalam siaran persnya menambahkan, awan cumulonimbus tak hanya berpotensi menyebabkan hujan es.
Namun juga bisa menyebabkan hujan lebat disertai angin kencang dan petir.
Dilansir dari ABC, peneliti dari Monash University Dr Joshua Soderholm mengatakan, hujan es memiliki bentuk bulan dengan diameter sekitar satu sentimeter.
• Bagaimana Hujan Terjadi? Tahukah Kamu dari Mana Asal Hujan? Ini Penjelasan Proses Terjadinya Hujan
Saat hujan membeku dan membesar
"Ketika hujan membesar, Anda mulai mendapatkan es membeku di setiap arah. Itu fase pertumbuhan basah," ujar Dr Soderholm.
Ketika hujan es terbentuk selama pertumbuhan basah, yakni saat es membeku dan membesar, bagian es memiliki pori-pori yang kemudian diisi oleh air.
"Saat inilah, es batu bulat dengan warna putih terbentuk," ujar Dr Soderholm.
Hujan es terbentuk melalui kondensasi uap air lewat pendinginan di atmosfer pada lapisan di atas titik beku (freezing level) 0 derajat Celsius.
Durasi hujan es
Hujan es memiliki durasi yang lebih singkat daripada salju karena hujan es dipengaruhi oleh intensitas hujan.
Hary mengungkapkan, es dari hasil hujan es paling lama bertahan selama sepuluh menit.
Tak lama setelah es jatuh dari langit, dia akan segera mencair.
Sementara salju bisa tahan lebih lama di permukaan tanah karena suhu daratan yang sangat rendah.
Gejala sebelum turun hujan es
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/fhujan-es-desa-wanaraja-wanayasa-banjarnegara-jawa-tengah.jpg)