Breaking News:

Sambut Baik Kedatangan Pengurus LDII Kalbar, PWNU Kalbar Ajak Masyarakat Rawat Keberagaman

Kita harus memperkuat kerja sama dengan semua lini dengan berbagai pihak, baik pemerintah, antar lembaga dan antar organisasi

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Jamadin
TRIBUN PONTIANAK/ Muhammad Rokib
Ketua LDII Provinsi Kalbar, Susanto didampingi pengurus menyerahkan cinderamata kepada Plt Ketua Tanfidziyah PWNU Kalbar, Kaharudin didampingi pengurus, di kantor PWNU Kalbar, Jalan Veteran, Pontianak Kalimantan Barat, pada Selasa 14 September 2021 malam. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK- Pengurus Wilayah (PW) Nahdlatul Ulama (NU) Kalimantan Barat menyambut baik kedatangan Pengurus Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Kalimantan Barat dalam rangka bersilaturahmi di kantor PWNU Kalbar, Jalan Veteran, Pontianak Kalimantan Barat, pada Selasa 14 September 2021 malam.

Plt Ketua Tanfidziyah PWNU Kalbar, Kaharudin menyampaikan, ucapan selamat kepada pengurus LDII Kalbar yang tak lama lagi akan menggelar MUSWIL pada 22 September 2021 mendatang.

Maka dengan silaturahmi ini, diharapkannya bisa mengambil peran serta dalam kehidupan beragama, berbangsa.

Terkhusus di Kalimantan Barat yang beraneka ragam budaya, tentu diharapkannya kedepan bisa terjalin ukhuwah islamiah.

Ia memberikan pesan kunci utama dalam merawat keberagaman ini. "Dalam melaksanakan tugas kemasyarakatan kita, sehingga kita bisa mengambil peran bagian dalam proses pembangunan kehiduppan bangsa, begitulah dengan silaturahmi ini diharapkan bisa wujud kebersamaan," ujarnya.

"Satu hal dalam keberagaman adalah prinsip menghormati dan menghargai itulah yang harus kita kedepankan agar perbedaan yang ada ini menjadi sebuah keniscayaan," imbuhnya.

Samakan Persepsi, Pengurus LDII Kalbar Jalin Silaturahmi ke PWNU Kalbar

Oleh karena itu, kata Kaharudin, keberagaman ini harus dikelola dengan baik, ketika terjadi perbedaan harus saling menghargai, bisa menahan diri dari kenyataan yang diterima agar keberagaman ataupun perbedaan itu tidak sampai menggiring kita proses konflik yang merugikan semua pihak.

Persoalan yang telah terjadi di Sintang Kalbar, tentu menjadi pelajaran penting bagi semua masyarakat Kalimantan Barat, bahwa perlu pemahaman dan saling menghargai antar sesama agar terjalin hubungan yang baik yang tidak menimbulkan kekerasan yang bisa merugikan.

Maka demikian, PWNU Kalbar bersama stakeholder lainnya pun telah menyatakan sikap tentang persoalan itu.

"Kita dari PWNU sudah sama-sama bersikap dengan MUI, FKUB dan Muhammadiyah, pernyataan sikap kita  bahwasanya kita menyerahkan dan memercayakan ini kepada pemerintah untuk menangani secara arif dan bijaksana sehingga kerukunan dapat terwujud dan suasana tetap terjaga kondusif. Itulah inti dari pernyataan sikap kita yang sudah kita buat bersama," paparnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat Kalimantan Barat agar terus memperkuat ukhuwah islamiah dengan saling bergandengan dan tidak mudah terprovokasi dengan hal-hal yang justru merugikan kehidupan.

"Kita harus memperkuat kerja sama dengan semua lini dengan berbagai pihak, baik pemerintah, antar lembaga dan antar organisasi. Karena ini bisa mewujudkan kebersamaan dan saya kira akan terbangun konsolidasi dengan baik," pungkasnya.

[Update Berita Seputar Kota Pontianak]

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved