Pola Hidup Sehat

KENALI GEJALA Penyakit Tonsilitis, Cara Alami Sembuhkan Radang Amandel atau Tonsilitis

Seiring bertambahnya usia, sistem kekebalan tubuh semakin kuat sehingga fungsi amandel mulai tergantikan.

Tayang:
Penulis: Mirna Tribun | Editor: Mirna Tribun
KOLASE TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ YOUTUBE
Ilustrasi Penyakit Tonsilitis atau Radang Amandel. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Radang amandel atau tonsilitis adalah kondisi di mana amandel mengalami peradangan atau inflamasi.

Meski umumnya dialami oleh anak-anak usia 3 sampai 7 tahun, radang amandel juga dapat terjadi pada orang dewasa.

Amandel atau tonsil merupakan dua kelenjar kecil yang ada di tenggorokan.

Organ ini berfungsi untuk mencegah infeksi, khususnya pada anak-anak.

Seiring bertambahnya usia, sistem kekebalan tubuh semakin kuat sehingga fungsi amandel mulai tergantikan.

Ketika fungsinya tergantikan, amandel secara perlahan akan menyusut.

PENYAKIT Influenza Disebabkan Oleh? Gejala Influenza Beda dengan Batuk Pilek Biasa

Gejala radang amandel umumnya mulai muncul 2-4 hari setelah Anda tertular penyakit ini.

Ciri-ciri dan gejala paling umum dari tonsilitis adalah:

  • Amandel tampak berwarna merah dan bengkak
  • Radang tenggorokan
  • Suara yang serak
  • Kesulitan atau sakit saat menelan
  • Demam menggigil
  • Pembengkakan pada kelenjar limpa

Pada pasien anak-anak, kemungkinan terdapat gejala tambahan seperti rewel, nafsu makan menurun, serta berlebihnya air liur.

Jika disertai tanda seperti bercak atau ruam merah pada kulit, amandel yang bengkak bisa berkaitan dengan penyakit demam berdarah.

Namun, gejala radang amandel bisa berbeda tergantung dengan jenisnya.

KEBIASAAN yang Dapat Memicu Penyakit Kanker Paru-paru, Peneliti Telah Membuktikannya

Dilansir dari hellosehat.com, berdasarkan berapa lama gejala berlangsung, radang amandel dapat dibagi menjadi 3 jenis yaitu tonsilitis akut, kronis, dan berulang.

1. Tonsilitis akut

Apabila tanda-tanda dan gejala berlangsung kurang dari 10 hari, kondisi ini termasuk dalam radang amandel akut.

Kondisi ini lebih sering terjadi pada anak-anak, tapi jarang terjadi pada anak berusia di bawah 2 tahun.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved