Kalbar Raih Peringkat IV Ekspor Komoditas Pertanian Tertinggi dari Kementan
Ia meminta agar statistik harus menghitung data betul- betul jangan hanya diprediksi tapi harus real supaya pertumbuhan ekonomi Kalbar bagus.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat mendapat Penghargaan dari Kementrian Pertanian RI yang memperoleh peringkat IV Provinsi dengan Ekspor Komoditas Pertanian Tertinggi tahun 2021.
Gubernur Kalimantan Barat,Sutarmidji mengatakan bahwa target pendapatan Kalbar dari Sektor pertanian sudah cukup baik bahkan meningkat tajam bahkan telah melampuai target tahun 2021.
“Ini adalah kinerja dari sektor pertanian dan untuk di perkebunan juga sudah bagus,”ujarnya, Selasa 14 September 2021.
Dikatakannya selama ini yang menjadi masalah adalah terkait ekspor CPO yang tidak langsung lewat Kalbar, melainkan lewat provinsi lain.
• Seleksi Sekda Kalbar, Gubernur Sutarmidji: Sekda sebagai Ketua TAPD Harus Paham Eksekusi Anggaran
“Tahun ini kita sudah mulai ekspor. Mudah -mudahan tahun depan semakin banyak, Kalau seluruh CPO kita diekspor dan tercatat di Kalbar kita bisa diatas Kaltim bahkan bisa mengalahkan daerah lainnya,”jelasnya.
Ia mengatakan banyak sekali Komoditi dari Kalbar bahkan lebih dari 25 komoditas pertanian yang telah di ekspor.
“Bahkan ada yang diekspor sampai tidak masuk akal sekali ekspor sampai Rp 170 miliar. Bahkan kelapa ada 8 jenis mulai dari kelapa bulat, kelapa parut, kelapa kering, kelapa santan, dan beku serta PCO nya dan lainnya,”jelasnya.
Dimana yang di ekspor ada yang merupakan satu komponen sampai Rp 200 Miliar.
Begitu juga dengan walet yang memiliki potensi luar biasa. Dimana untuk pertahun potensi bisa sampai 5 ton.
“Sekarang Pak Menteri sedang usahakan mencari negara untuk ekspor terutama di Eropa, karena sekarang baru China, Jepang, Korea. Jadi baru 8 negara nantinya akan ditambah lagi,”jelasnya.
Ia mengatakan ekspor walet lewat Kalbar baru 6 persen ditambah dengan Provinsi lainnya. Kemudian Pemprov Kalbar akan mendorong industri minuman sarang walet, dan aloevera.
“Kalau sektor pertanian ini ditingkatkan akan semakin bagus,”ucapnya.
Ia mengatakan kalau untuk padi ada jenis unggul yang sekarang bisa 8 ton, kalau misal rata -rata Se-Kalbar bisa 5 ton. Maka nilai tukar pertani bisa lebih 100 persen.
“Sekarang saja sudah 3,04 ton NTP petani sudah mencapai 94 persen. Kalau naik 10 persen sudah bisa diatas 100,”jelasnya.
Ia meminta agar statistik harus menghitung data betul- betul jangan hanya diprediksi tapi harus real supaya pertumbuhan ekonomi Kalbar bagus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/pendopo-miji.jpg)