Breaking News:

Seleksi Sekda Kalbar, Gubernur Sutarmidji: Sekda sebagai Ketua TAPD Harus Paham Eksekusi Anggaran

“Saya malahan tidak mau ketemu dengan para calon. Bahkan Tim Pansel ada dari salah satu Dirjen Perimbangan Keuangan Daerah, Kemendagri,”ujarnya, Selas

Penulis: Anggita Putri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUN PONTIANAK/ ANGGITA PUTRI
Gubernur Sutarmidji saat ditemui di Pendopo Kalbar. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Seleksi Pemilihan Sekda Provinsi Kalimantan Barat masih terus berlanjut, kini sudah masuk pada tahap ketiga yakni assesment.

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menegaskan siapapun yang menjadi Sekda Provinsi Kalbar terserah, dan dikatakannya dalam pemilihan terserah orang mau percaya atau tidak.

Diakuinya tak sedikit pun ikut campur dalam pemilihan Sekda Provinsi Kalbar. Bahkan tak pernah bertemu dengan Tim Pansel yang bertugas. Apalagi sampai memberikan arahan.

“Saya malahan tidak mau ketemu dengan para calon. Bahkan Tim Pansel ada dari salah satu Dirjen Perimbangan Keuangan Daerah, Kemendagri,”ujarnya, Selasa 14 September 2021.

Ia mengatakan tak kenal sama sekali, bahkan sekalipun belum pernah bertemu dengan Tim Pansel tersebut.

Kenapa harus melibatkan dirjen tersebut, dikatakannya bahwa ia ingin Sekda Kalbar yang mana sebagai KetuaTim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) harus paham tentang mengekskusi anggaran yang cepat tanpa waktu yang lama.

Masuk dalam Kandidat Pejabat Sekda Kalbar, Simak Profil Vinsensius yang Lahir di Jemongko

“Penyerapan anggaran itu harus cepat. Cari Sekda yang paham tentang itu. Makanya saya minta libatkan Dirjen tersebut,”jelasnya.

Kemudian dikatakannya Sekda juga sebagai motor dalam tata kelola pemerintahan. Maka untuk itulah meminta prof Kamarullah sebagai ahli administrasi negara dan Tata kelola pemerintahan.

“Sekda juga sebagai Komando pertumbuhan ekonomi, maka kita libatkan Prof Eddy Suratman. Saya rasa jelas dan rasional. Kemudian, ada psikolog,ujarnya.

Dikatakannya sembari tertawa bahwa Sekda jangan banyak termenung. Maka perlu adanya psikolog.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved