Breaking News:

Mentan Sebut Indonesia Berpeluang Wujudkan Ketahanan Pangan dalam Pemenuhan Kebutuhan Konsumsi Beras

Selanjutnya dikatakannya dalam upaya pemenuhan kebutuhan pangan khususnya beras dalam negeri, ada tiga aspek yang sangat penting untuk terus ditingkat

Penulis: Ramadhan | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Mentan RI, Syahrul Yasin Limpo, bersama Wagub Kalbar, Ria Norsan, Bupati Mempawah, Erlina, dan jajaran lainnya, melakukan panen padi Varietas Unggul Baru (VUB) di Desa Kecurit, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Minggu 12 Agustus 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan RI), Syahrul Yasin Limpo, mengatakan bahwa Indonesia berpeluang mewujudkan ketahanan pangan nasional, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan untuk konsumsi beras seluruh penduduk.

"Peluang tersebut, tentunya didukung oleh berbagai potensi dan kinerja yang ada saat ini, di antaranya dukungan sumber daya lahan dan air, kesesuaian Iklim, dukungan permodalan, dan Inovasi teknologi," jelasnya, Minggu 12 September 2021, di Desa Kecurit, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah.

Di sisi lain kata Yasin Limpo, sektor pertanian juga mengalami tekanan yang tidak ringan.

"Yakni berupa degradasi lahan pertanian, cekaman iklim yang sulit diprediksi, luas lahan sawah yang terus tergerus, deforestasi lahan hutan yang mengancam suplai air untuk irigasi, rata-rata penguasaan lahan pertanian yang tidak memenuhi skala ekonomi, keterbatasan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) petani muda, dan penurunan jumlah petani atau rumah tangga tani," terangnya.

Selanjutnya dikatakannya dalam upaya pemenuhan kebutuhan pangan khususnya beras dalam negeri, ada tiga aspek yang sangat penting untuk terus ditingkatkan.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo Jajal Jogging Track Taman Digulis Untan Pontianak Kalbar

Pertama yakni ketersediaan, berkaitan dengan rata-rata pasokan beras yang cukup dan tersedia setiap saat.

Kedua yakni stabilitas, berkaitan dengan kemampuan meminimumkan kesenjangan antara prediksi dan permintaan riil konsumsi beras, terutama pada tahun-tahun atau musim-musim sulit.

"Selanjutnya yang ketiga yakni kemampuan produksi, yang berkaitan dengan ketersediaan sumberdaya terutama lahan, penerapan teknologi, serta Insentif usaha tani," katanya.

Dikatakannya juga bahwa penerapan inovasi teknologi yang tepat dalam budidaya padi akan dapat meningkatkan produktivitas dan produksi.

"Untuk Itu BPTP Kalimantan Barat yang merupakan perpanjangan tangan Balitbang Pertanian yang ada di daerah harus terus melakukan diseminasi, pendampingan, dan pengawalan penerapan inovasi teknologi terutama penggunaan Varietas Unggul Baru (VUB) dengan potensi hasil tinggi 9-11 ton/ha," katanya.

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo Nikmati Jogging di Taman Digulis Untan Pontianak

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved