Breaking News:

Tinjau Pencucian Sarang Walet di Pontianak, Menteri Pertanian RI : Kita Harap Ini Bisa Maksimal

"Ada 16 negara lain yang kita coba terus pelajari kedepan agar lebih baik pasarnya," ujarnya.

Penulis: Ferryanto | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK/Destriadi Yunas Jumasani
Menteri Pertanian Republik Indonesia Syahrul Yasin Limpo mengunjungi proses pencucian sarang walet di PT Borneo Walet Lestari di Jalan Wan Sagaf, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu 11 September 2021. Menteri Pertanian juga diagendakan menghadiri kegiatan Panen Padi VUB di Desa Kecurit, Toho, Mempawah pada Minggu besok. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Menteri Pertanian Republik Indonenesia Syahrul Yasin Limpo didampingi Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji meninjau perusahaan pencucian sarang burung walet di PT. Borneo Walet Lestari di jalan Wan Sagaf Pontianak, Sabtu 11 september 2021 sore.

Pada kesempatan ini, diharapnya Sarang Burung walet yang merupakan komoditi baru yang di dorong Presiden Joko Widodo dapat menjadi andalan, dan Kalbar dapat maksimal dalam produksinya,

"Pada sore hari ini juga gubernur memperlihatkan bagaimana memproses hasil rumah walet yang tersebar di Kalimantan Barat, yang begitu banyak, dan tentu saja kita berharap sarang burung walet yang Presiden dorong untuk dijadikan komoditi baru, andalan baru kita, ini di kalbar bisa maksimal,''ujar Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo.

Iapun mengapresiasi atas ekspoor Sarang Burung walet dari Kalbar yang sudah menembus hingga pasar negara Cina, yang merupakan peminat terbesar sarang burung walet.

Harisson Pastikan Stok Antigen Untuk Peserta CPNS Mencukupi

Selain Cina yang menjadi negara tujuan ekspor sarang burung walet, dikatakannya masih ada 16 negara lain yang menjadi terget negera tujuan ekspor sarang burung walet ini.

"Ada 16 negara lain yang kita coba terus pelajari kedepan agar lebih baik pasarnya,'' ujarnya.

Dari Data Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalbar di kalbar, terdapat 4 unit pencucian sarang burung walet yang sudah memiliki NKV, yakni PT. Faicheung Birdnest Industry, PT. Bao Yan Tang, , PT Sakura Walet Kalimantan, dan PT. Borneo Walet lestari, dengan total produksi 5.160 kg.

Setiap tahun PT. Faicheung Birdnest Industry mampu memproduksi sebanyak 1.200 Kg sarang burung walet, PT. Bao Yan Tang memproduksi 1.800 sarang burung walet, PT Sakura Walet Kalimantan memproduksi 960 Kg, dan  PT. Borneo Walet lestari memproduksi sebanyak 1.200 sarang burung walet.

Pada kesempatan ini, Yasin Limpo menyampaikan setelah berbincang dengan Sutarmidji dirinya sepakat untuk mengoptimalkan semua lahan Eksisting untuk ketahanan pangan di kalbar.

''Tetapi tidak cukup sampai disitu, kami juga kana bicara banyak, bagaimana mengakselerasikan potensi - potensi yang lain di bidang pertanian, peternakan, perkebunan, bahkan dan dibidang holti, dan banyak hal, jadi lahan eksisting yang ada untuk ketahanan pangan di angkat lagi, mulai dari varietas, budidayanya, hingga sampai percepatan pengholahannya akan dilakukan, dan setiap kabupaten kan punya kelebihan masing - masing,''tuturnya. (*)

(Simak terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved