Ciri Kena Badai Sitokin? Muncul dalam Waktu 6-7 Hari setelah Terinfeksi Covid-19
Sindrom ini juga dialami oleh penderita covid-19, seperti yang terjadi pada presenter Deddy Corbuzier beberapa waktu lalu.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Badai sitokin merupakan satu di antara sindrom yang bisa terjadi pada pasien covid-19.
Dalam beberapa kasus, sindrom ini berpotensi mengakibatkan kompilasi pernapasan hingga kematian.
Istilah badai sitokin kerap muncul saat pandemi covid-19.
Sindrom ini juga dialami oleh penderita covid-19, seperti yang terjadi pada presenter Deddy Corbuzier beberapa waktu lalu.
Badai sitokin adalah kondisi respons imun tubuh yang berlebihan.
Biasanya kondisi tersebut dipicu oleh infeksi.
• Apa itu Badai Sitokin pada Covid ? Bagaimana Cara Mengatasi Badai Sitokin Covid 19 ?
Sitokin sendiri merupakan protein yang mengomunikasikan sinyal-sinyal dalam tubuh untuk merespons infeksi.
Dalam kondisi normal, sitokin membantu mengkoordinasikan respons sistem kekebalan tubuh untuk menangani zat menular, seperti virus atau bakteri.
Permasalahan pada respons yang dilakukan sitokin dapat merugikan kesehatan tubuh, seperti menyebabkan kegagalan organ dan kematian.
Melansir dari Very Well Health, pada orang yang mengalami sindrom badai sitokin.
Sitokin tertentu hadir dalam darah dalam jumlah yang lebih tinggi dari batas normal.
Pada covid-19, peningkatan beberapa sitokin inflamasi dapat menyebabkan gangguan pernapasan akut, yakni penyebab utama kematian pada penyintas covid-19.
Badai sitokin dapat menyebabkan banyak gejala yang berbeda.
Terkadang berupa gejala ringan seperti flu.
Namun, gejalanya juga bisa parah dan mengancam jiwa.