Breaking News:

Satelit Cuaca Pantau Ekor Badai di Kalbar, BMKG Prakirakan Hujan dan Angin Durasi Singkat

BMKG meprakirakan beberapa wilayah Kalbar pada siang hari sudah hujan dan disertai angin kencang berdurasi singkat, antara lain di Kota Pontianak. Sel

Penulis: Imam Maksum | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Tangkapan layar foto satelit cuaca BMKG Kalbar, Jumat 10 September 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wilayah Kalimantan Barat melalui pantauan satelit cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) , meperlihatkan terdapat awan–awan penghujan yang terlihat sebagai ekor Typhoon CHANTHU, Jumat 10 September 2021 siang WIB.

“Saat ini terdapat dua Siklon tropis di sebelah utara wilayah Indonesia, yaitu TYPHOON CHANTHU dan Tropical Storm CONSON,” ujar Nanang Buchori dalam rilis BMKG Kalbar, Jumat 10 Agustus 2021.

Menurut BMKG Kalbar tekanan udara pada pusat TYPHOON CHANTHU adalah 925 hPa berada di laut sebelah timur Philipina dengan kecepatan angin maksimum hingga 105 knot. Diprakirakan bergerak ke arah utara menjauhi wilayah Indonesia dan masih akan berlangsung hingga 4 hari ke depan.

BMKG menjelaskan Tropical Storm CONSON berada di Laut China Selatan sebelah timur Vietnam dengan pusat tekanan udara 985 hPa dan kecepatan angin maksimum 55 knot. Diprakirakan Tropical Storm CONSON ini akan mulai punah pada tanggal 14 September 2021.

BMKG meprakirakan beberapa wilayah Kalbar pada siang hari sudah hujan dan disertai angin kencang berdurasi singkat, antara lain di Kota Pontianak. Selain itu juga di wilayah Kabupaten Bengkayang, Landak, Mempawah, Kapuas Hulu, Ketapang, Melawi, Kayong Utara, Sanggau, Sintang, Kubu Raya dan Sambas.

“Diprakirakan hujan masih akan meluas di sebagian Kabupaten Sintang, Kapuas Hulu, Sekadau, Kubu Raya, Landak dan Sambas. Potensi terjadinya hujan di Kalbar hari ini diprakirakan masih terus berlanjut hingga malam hari nanti,” ujar Nanang Buchori.

Update Cuaca dari BMKG, Warga Kota Pontianak Perlu Waspada Angin Kencang Disertai Hujan

Nanang mengungkapkan BMKG memprakirakan hujan masih berpotensi terjadi di wilayah Kalbar dalam 1 minggu ke depan.

“Potensi hujan lebat terjadi secara merata di Kalbar pada tanggal 10 dan 12 September 2021,” ujarnya.

Ia menghimbau kepada seluruh masyarakat perlu peningkatan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat pada siang hingga sore hari pada tanggal 10 dan 12 September 2021

Sementara itu, imbuhnya pasang air laut saat ini masih periode belum tinggi. Diprakirakan periode tingginya terjadi pada 17–20 September 2021. “Sekitar 18 September 2021 nanti diprakirakan terjadi hujan lebat di sebagian besar wilayah Kalbar, sehingga perlunya mewaspadai potensi terjadi genangan di pesisir barat Kalbar sekitar 18 September 2021,” jelasnya.

Ia menambahkan catatan curah hujan dan water level di Kota Pontianak pada bulan September mengindikasikan tidak adanya curah hujan dalam sehari yang lebih dari 100 mm. “Juga tidak adanya kejadian water level yang signifikan di bulan September sejak pengamatan tahun 2007. Semoga jikapun terjadi genangan, tidak cukup mengganggu,” katanya.

Selain itu gelombang pada kategori menengah (1.25 – 2.50 meter) beberapa hari ke depan diprakirakan terjadi di wilayah Laut Natuna Utara, Perairan Utara Natuna, Perairan Subi –Serasan dan Perairan Kepulauan Karimata. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved