Pontianak PPKM Level 3 Anggota DPRD Nilai Kesadaran Prokes Masyarakat Cukup Tinggi
Berdasarkan Inmendagri No 41 tahu 2021, selain Pontianak ada Kayong Utara, Bengkayang, Singkawang, Kubu Raya, Landak, Melawi, Mempawah, Sanggau dan Si
Selain itu juga karena mobiltas pendusuk yang terkendali, semoga dapat dipertahankan, bahkan bisa diturunkan sampai tingkat terendah.
Untuk itu semoga kegiatan vaksin massal dapat digenjot lagi, agar cakupan dapat mencapai target yang diinginkan yaitu >70%.
Penurunan secara nasional di beberapa wilayah termasuk Kota Pontianak, juga bisa mencerminkan bahwa effort penanganan Covid-19 yang lebih baik, dan selaras dengan UU karantina, yaitu penanganan/pembatasan secara menyeluruh, bukan parsial, serta pembuatan indikator epidemiologi semakin baik/sensitif, terutama dalam penetapan karantina wilayah dengan PPKM Mikro berbasis RT/RW menjadi semakin baik.
Para ahli sepakat bahwa upaya penanganan yang terbaik adalah pada lingkup terkecil, yaitu RT/RW berbasis keluarga.
Penurunan angka ketertularan Covid-19 di Pontianak diapresiasi oleh anggota DPRD Kota Pontianak Zulfydar Zaidar Mochtar.
Menurutnya hal ini merupakan suatu kemajuan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Pontianak bersama semua pihak dan masyarakat terhadap kesadaran bahayanya covid-19.
Saat ini, dinilainya, kesadaran masyarakat sudah tinggi terhadap penerapan protokol kesehatan.
"Begitu juga seluruh pelayanan kesehatan yang dilakukan, baik di rumah sakit maupun di fasilitas kesehatan, baik yang dilakukan oleh Dokter maupun nakes lainnya mampu dilaksanakan dengan maksimal, karena begitu panjangnya persoalan covid-19 ini. Artinya dari kinerja, saya melihat sangat sangat tinggi yang terbukti dengan banyaknya kesembuhan," paparnya.
Penerapan protokol kesehatan secara ketat, memakai masker menjaga jarak dan rajin mencuci tangan. Tentu diharapkannya kegiatan ekonomi terus berjalan, karena hal tersebut dikatakakannya berkaitan dengan pendapatan asli daerah (PAD).
"Sekarang kita rasakan kegiatannya ekonomi sudah jalan dan roda kehidupan padat karya tidak boleh berhenti, karena berkaitan dengan PAD. Daya hidup juga berkaitan dengan kesehatan dan kehidupan Masyarakat," ujarnya.
Untuk itu, ia berharap agar PPKM di Kota Pontianak bisa turun level, karena ia menilai berbagai upaya telah dilakukan bersama untuk menekan laju penularan Covid-19. Dan kini terbukti kasus covid-19 di Kota Pontianak terus landai.
Sehingga diharapkannya kegiatan ekonomi maupun kegiatan kreativitas masyarakat bisa tetap berjalan untuk membangun Kota Pontianak lebih baik lagi. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/zulfydar-zaidar-mochtar2.jpg)