Kecam Tindakan Perusakan Tempat Ibadah di Sintang, Ketua GP Ansor Kalbar Minta Aparat Usut Tuntas

Sesuai aturan hukum yang berlaku di negara kita. Sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali

Editor: Jamadin
TRIBUN PONTIANAK/ ISTIMEWA
Ketua Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (PW GP Ansor} Kalimantan Barat, Rajuini 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -  Peristiwa perusakan satu tempat ibadah di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, Jumat, 3 September 2021 mendapat respon banyak pihak. 

Terkait dengan peristiwa tersebut, Hasan Basri Sagala, Kepala Satuan Kordinasi Nasional Banser (KASATKORNAS) mengeluarkan instruksi kepada seluruh jajaran Barisan Ansor Serba Guna (Banser) diseluruh tingkatan se Indonesia, berikut intruksi yang disampaikan :

1. Seluruh anggota BANSER untuk senantiasa turut menjaga dan memelihara keamanan, kerukunan, ketertiban dan keharmonisan hubungan antarumat beragama, terutama dalam pelaksanaan peribadatan sesuai dengan agama dan keyakinannya masing- masing.

2. Anggota BANSER dituntut segera melakukan langkah-langkah antisipasi dan pencegahan agar peristiwa intoleransi dan perusakan tempat-tempat ibadah tidak berkembang dan terjadi
lagi di masyarakat.

3. Anggota BANSER senantiasa sigap, tanggap dan segera merespons setiap peristiwa intoleran dan perusakan tempat-tempat ibadah dengan melakukan komunikasi dan koordinasi dengan aparat keamanan (TNI/Polri) dan pemerintah daerah setempat.

Sejalan dengan instruksi KASATKORNAS Banser tersebut, Rajuini Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (PW GP Ansor) Kalimantan Barat, mengecam tindakan anarkis perusakan rumah ibadah di Kabupaten Sintang.

Memperkuat Silaturahmi dan Sinergisitas, Ansor Kalbar Melakukan Audiensi ke Gubernur Kalbar

Dia menuntut agar pihak aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas para oknum dan aktor dalam kejadian tersebut.

"Sesuai aturan hukum yang berlaku di negara kita. Sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali," terang Rajuini, dalam pers rilis yang diterima Tribunpontianak.co.id, Sabtu 4 September 2021.

Dirinya berharap, kejadian serupa tidak terjadi lagi dikalimantan barat ini khususnya, umum nya di Indonesia.

"Karena hal demikian dapat menganggu ketertiban masyarakat dalam beragama dan bernegara," tambah Rajuini.

Ajun sapaan akrab nya berharap agar semua pihak tidak mudah terprovokasi dan dapat memberikan ketenangan dan keamanan ditengah tengah masyarakat. 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved