Protokol Isolasi Mandiri Bantu Cegah Penyebaran Covid-19, Tata Cara serta Syarat yang Boleh Isoman
- Tidak memiliki penyakit lain seperti penyakit kardiovaskular, diabetes mellitus, penyakit paru-paru kronis, kanker, penyakit ginjal kronis.
9. Setiap orang di rumah harus mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara teratur
Siapa saja yang berada di rumah tempat isolasi mandiri wajib rajin mencuci tangan, terutama:
- Setelah batuk atau bersin
- Sebelum dan sesudah menyiapkan makanan
- Sebelum makan
- Setelah menggunakan toilet
- Sebelum dan sesudah merawat pasien
- Ketika tangan terlihat kotor
10. Batuk atau bersin harus ditutup
Ketika batuk, siapa saja yang berada di rumah tempat isolasi mandiri pasien Covid-19 harus menutup mulut dan hidung dengan siku yang tertekuk atau tisu sekali pakai. Buang tisu segera setelah digunakan.
11. Limbah dari pasien harus dikemas dalam kantong tertutup yang kuat sebelum dibuang atau dibersihkan
Berbagai perlengkapan yang digunakan oleh pasien, seperti masker, handuk, sprei, dan barang lain harus dikemas dalam kantong tertutup untuk mencegah penyebaran virus corona.
Berapa lama pasien Covid-19 harus tinggal di rumah untuk isolasi mandiri? Dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), pada dasarnya orang dengan Covid-19 perlu melakukan isolasi mandiri sampai mereka benar-benar tidak lagi dapat menularkan virus corona ke orang lain.
Berikut beberapa perkiraannya:
- Pasien yang memiliki gejala harus tetap diisolasi selama minimal 10 hari setelah hari pertama mereka - mengembangkan gejala, ditambah 3 hari lagi setelah akhir gejala, yakni ketika mereka tanpa demam dan tanpa gejala pernapasan
- Orang tanpa gejala harus tetap diisolasi selama minimal 10-14 hari setelah dites positif Covid-19
Artikel ini telah tayang di Kontan dengan judul Cara melakukan isolasi mandiri di rumah bagi pasien Covid-19
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ilustrasi-panduan-isolasi-mandiri-di-rumah.jpg)