Breaking News

Menjelang HUT Republik Indonesia, Makna Kemerdekaan Bagi Mahasiswa Keperawatan

"Kemerdekaan merupakan suatu kondisi dimana suatu individu atau kelompok telah terbebas dalam pengaruh negatif dari orang/kelompok lain," jelasnya

Tayang:
Penulis: Viqri Rahmad Satria | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
AKMAL - Wakil Koordinator Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia (ILMIKI) Wilayah VII, Akmal memaknai kemerdekaan dengan kebebasan menentukan ide, di Universitas Tanjungpura, pada Minggu 15 Agustus 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - 17 Agustus merupakan hari yang bersejarah bagi bangsa Indonesia. Hari itu diperingati setiap tahunnya sebagai hari kemerdekaan bangsa Indonesia.

Wakil Koordinator Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia (ILMIKI) Wilayah VII, Akmal menjelaskan bahwa kemerdekaan berarti terbebas dari segala bentuk pengaruh negatif.

"Kemerdekaan merupakan suatu kondisi dimana suatu individu atau kelompok telah terbebas dalam pengaruh negatif dari orang/kelompok lain," jelasnya, pada Minggu 15 Agustus 2021.

Demikian pula ia menjelaskan bahwa merdeka tidak sekadar terbebas dari penjajahan.

Menjelang 17 Agustus, Penjual Parfum Memaknai Kemerdekaan dengan Bebas Dari Penindasan dan Korupsi

"Merdeka tidak hanya dapat diartikan sebagai terbebas dari segala bentuk penjajahan, tetapi merdeka lebih kepada setiap individu berhak untuk menentukan ide, tanggungjawab dan arah hidupnya sendiri sesuai dengan aturan, norma dan etika yang berlaku," terangnya.

Menjelang HUT RI ke-76, ia juga berharap rakyat Indonesia lebih meningkatkan rasa saling menghargai.

"Harapan yang pertama, semoga masyarakat Indonesia dapat meningkatkan rasa saling memiliki dan menghargai antar sesama, mengembalikan pola pikir bahwa meskipun kita berbeda warna kulit, budaya, bahasa, tetapi dengan rasa saling memiliki maka akan tercapai hidup rukun bermasyarakat," ungkapnya.

Kemudian ia berharap rakyat Indonesia untuk tidak mudah tersinggung.

"Kedua, harapannya rakyat Indonesia jangan mudah tersinggung. Dengan melunakkan hati serta meningkatkan tabayun maka akan menciptakan lingkungan yang lebih kondusif dan harmonis," terangnya.

Dirinya juga berharap agar rakyat Indonesia lebih meningkatkan literasi.

"Kemudian harapan saya semoga rakyat Indonesia lebih rajin membaca. Membaca secara harfiah maupun membaca secara tersirat. Informasi yang didapat hendaknya diperiksa dulu dan tidak ditelan mentah mentah. Tingkatkan rasa ingin tahu agar informasi yg didapat bisa terbukti apakah hoax atau fakta," jelasnya.

Kedepannya, Akmal berharap untuk bisa lebih bermanfaat untuk diri sendiri dan masyarakat luas.

"Rencana saya ke depan ialah memperbaiki diri sendiri terlebih dahulu. Berusaha melakukan hal kecil namun memiliki manfaat yang besar. Saya mulai dari dalam rumah dan akan berakhir di masyarakat yang lebih luas," terangnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved