Peringati 1 Muharram 1443 H, Bupati Erlina Berikan Tali Asih Secara Simbolis untuk 200 Anak Yatim

Dalam kesempatan itu, Bupati Erlina mengatakan, karena situasi daerah masih dalam pandemi Covid-19, maka peringatan Tahun Baru Islam 1443 H ini dilaks

Penulis: Ramadhan | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1443 H, Bupati Mempawah, Erlina, menyerahkan tali asih secara simbolis bagi 200 anak yatim di Rumah Dinas Bupati Mempawah, Selasa 10 Agustus 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1443 H, Bupati Mempawah, Erlina, menyerahkan tali asih secara simbolis bagi 200 anak yatim di Rumah Dinas Bupati Mempawah, Selasa 10 Agustus 2021.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Mempawah, Muhammad Pagi, Sekretaris Daerah Ismail, serta sejumlah pimpinan OPD yang diundang secara terbatas.

Dalam peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1443 H juga dihadiri dan diisi tausiah dari Ustadz Syarif Arifin.

Dalam kesempatan itu, Bupati Erlina mengatakan, karena situasi daerah masih dalam pandemi Covid-19, maka peringatan Tahun Baru Islam 1443 H ini dilaksanakan tidak seperti biasanya.

“Jadi mohon dimaklumi jika saya hanya mengundang beberapa perwakilan anak yatim agar kegiatan hari ini tetap aman dari bahaya penyebaran dan penularan Covid-19,” ujar Erlina.

Mencari Peruntungan Menyambut Hari Kemerdekaan RI, Warga Garut Jualan Bendera di Kabupaten Mempawah

Selanjutnya, Erlina mengatakan, Tahun Baru Islam 1 Muharram 1443 H hendaknya dijadikan momentum untuk mengintrospeksi diri atas apa yang telah kita kerjakan di tahun sebelumnya.

“Yuk anak-anak, di Tahun Baru Islam ini, kita tingkatkan kualitas iman dan takwa kepada Allah SWT. Mari kita salat lima waktu, rajin mengaji dan selalu doakan kedua orangtua,” ajak Erlina.

Bupati juga meminta agar anak-anak yatim maupun orangtua pendamping untuk selalu berdoa kepada Allah SWT agar pandemi Covid-19 segera berakhir.

“Sebab doa para anak yatim adalah doa yang mustajab dan didengarkan Allah SWT. Karenanya, anak yatim ini sangat istimewa dalam ajaran agama Islam,” ujarnya.

Tak lupa, Erlina mengajak para anak yatim, orangtua pendamping maupun ulama yang hadir agar tetap mewaspadai bahaya Covid-19.

“Jangan lupa, patuhi protokol kesehatan, terutama saat berada di luar rumah. Kenakan masker, menjaga jarak, rajin mencuci tangan maupun selalu menghindari kerumunan,” tutup Erlina. (*)

(Simak berita terbaru dari Mempawah)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved