Tingkat Efikasi atau Keampuhan Vaksin Menangkal Covid-19, Sinovac dan Astrazeneca ?

Pemerintah Indonesia memilih Sinovac asal China dan Astazeneca asal Inggris yang diberikan secara gratis kepada masyarakat.

Tayang:
Penulis: Madrosid | Editor: Madrosid
Kolase / Tribunpontianak.co.id / kompas.com
Vaksin dan keampuhannya dalam menangkal covid-19, pemerintah Indonesia memiliki Sinovac dan Astarzeneca 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Vaksin menjadi satu diantara metode dalam menangkal penyebaran covid-19.

Di masa pandemi covid-19 pemerintah tengah mendorong seluruh masyarakat untuk melaksanakan vaksin.

Ada beberapa merek vaksin yang telah didatangkan ke Indonesia dan sebagian sudah digunakan.

Pemerintah Indonesia memilih Sinovac asal China dan Astazeneca asal Inggris yang diberikan secara gratis kepada masyarakat.

Vaksinasi dilaksanakan untuk melengkapi upaya pencegahan penyakit COVID-19, seperti memakai masker, mencuci tangan, juga menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Tujuannya adalah untuk membuat sistem kekebalan tubuh mendata dan mampu melawan saat terkena virus covid-19.

Vaksin covid-19 ini terdapat beberapa jenis, serta memiliki tingkat efikasi atau keampuhan mendorong imun tubuh dalam menangkal virus.

( Update Info Seputar Vaksin Di Sini )

Targetkan 80 Persen Warga Pontianak Telah Divaksin, Kini 113.600 Orang Sudah Divaksin Covid-19

Berikut 7 jenis vaksin covid-19 dan efikasinya dikutip dari alodokter

1. Vaksin Sinovac

  • Nama vaksin: CoronaVac
  • Negara asal: China
  • Bahan dasar: virus Corona (SARS-CoV-2) yang telah dimatikan (inactivated virus)
  • Uji Klinis: fase III (selesai)

    • Lokasi: China, Indonesia, Brazil, Turki, Chile
    • Usia peserta: 18–59 tahun
    • Dosis: 2 dosis (0,5 ml per dosis) dengan jarak 14 hari
    • Efikasi vaksin: 65,3% (di Indonesia), 91,25% (di Turki)

Vaksin Sinovac telah melampaui standar minimal 50% yang ditetapkan oleh WHO dan FDA. Vaksin ini juga sudah mendapatkan izin penggunaan darurat atau emergency use of authorization (EUA) dari BPOM, serta sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Setelah disuntikkan, virus yang tidak aktif pada vaksin ini akan memicu sistem kekebalan tubuh untuk menghasilkan antibodi yang dapat melawan virus Corona secara spesifik. Dengan begitu, jika sewaktu-waktu tubuh terserang virus Corona, sudah ada antibodi yang bisa melawannya dan mencegah terjadinya penyakit.

Kemungkinan terjadinya infeksi atau penyakit COVID-19 yang bergejala pada orang yang sudah divaksinasi dengan vaksin Sinovac bisa turun sebesar 65%.

Sebagai ilustrasi, jika tadinya ada 9 juta orang yang bisa terinfeksi dan masuk rumah sakit karena COVID-19, setelah pemberian vaksin ini jumlahnya bisa berkurang menjadi hanya 3 juta orang. Sementara pada skala individu, risiko orang yang sudah divaksin akan menjadi 3 kali lebih rendah untuk mengalami sakit karena COVID-19.

Vaksin ini juga dinilai aman, sebab efek samping yang bisa muncul hanya bersifat ringan dan sementara, misalnya nyeri di lokasi penyuntikan, nyeri otot, dan sakit kepala. Efek samping yang paling banyak terjadi adalah nyeri di lokasi penyuntikan dan rata-rata hilang dalam 3 hari.

Cara Pendaftaran Vaksin Covid-19 Mudah Langsung Dapat Sertifikat Vaksin, Mengapa Harus Vaksin?

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved