Pola Hidup Sehat
Ini Makanan yang Harus Dihindari Saat Menurunkan Berat Badan Menurut Ahli
Faktanya, sebuah studi di New England Journal of Medicine menemukan, bahwa keripik kentang adalah makanan nomor satu yang paling terkait erat dengan
Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Maudy Asri Gita Utami
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Sebelum berat badan semakin bertambah, inilah saatnya mulai memangkas lemak berlebih. Mulailah berdiri dan kenakan kembali pakaian olahraga Anda.
Pandemi Covid-19 membuat banyak orang tak lagi aktif bergerak selama setahun terakhir.
Bukan hanya itu, untuk mengatasi rasa cemas dan bosan selama pandemi seringkali makanan menjadi pilihan.
Masalahnya, tak jarang makanan tinggi gula dan tinggi garam yang menjadi andalan untuk mengembalikan mood yang buruk.
Hasilnya, berat badan bertambah beberapa kilogram selama masa pandemi ini.
Berjalan kaki adalah permulaan yang baik untuk menurunkan berat badan.
[Update Informasi Lainnya Disini]
• Makanan Sehat Penambah Berat Badan, Sesuai Takaran Kalori Tubuh
Selain efektif, membantu menurunkan berat badan, tentu menyenangkan keluar dari rumah sejenak untuk menghirup udara segar.
Untuk melindungi diri dari penularan virus corona, pilihlah waktu tertentu yang memungkinkan Anda tak berpapasan dengan orang lain. Bisa di pagi hari atau di siang hari menjelang sore.
Selain itu, mulailah untuk mengurangi beberapa makanan yang tidak sehat, yang kemungkinan memiliki kontribusi besar pada kenaikan berat badan Anda selama setahun terakhir.
Salah satu makanan yang menurut para ahli terkait erat dengan penambahan berat badan adalah keripik kentang.
Anda mungkin tak menyangka makanan ringan ini sangat berdampak pada penambahan berat badan.
• Tips Menambah Berat Badan dengan Cepat ! Konsumsi 6 Makanan Ini
Faktanya, sebuah studi di New England Journal of Medicine menemukan, bahwa keripik kentang adalah makanan nomor satu yang paling terkait erat dengan penambahan berat badan selama periode empat tahun.
Para peneliti Harvard yang melakukan penelitian tersebut, melacak berat badan lebih dari 120.000 peserta selama empat tahun.
Rata-rata, peserta memperoleh 1,5 kilogram selama jangka waktu tersebut. Dan menurut peneliti, perubahan berat badan empat tahun itu paling kuat terkait dengan asupan keripik kentang, yang menurut mereka menyumbang setengah kilogram tambahan berat badan tersebut.
Bagaimana keripik kentang sebabkan kenaikan berat badan?
Lauren Manaker, MS, RDN, LD, pendiri Nutrition Now Counseling dan penulis Fueling Male Fertility mengatakan, bukan hal yang mengherankan jika makanan ringan yang digoreng dapat menyebabkan penambahan berat badan.
"Seperti banyak makanan ringan lainnya, keripik kentang bisa sangat berkalori, terutama jika orang mengonsumsi camilan renyah ini dalam porsi besar," katanya.
Manaker mencatat fakta, bahwa keripik kentang padat kalori bukanlah satu-satunya alasan makanan ringan ini terkait dengan penambahan berat badan. Apalagi, kebanyakan orang cenderung makan lebih dari satu porsi.
"Satu porsi keripik kentang setara dengan satu ons keripik, atau 18 keripik. Sebagai ahli diet terdaftar, saya jarang melihat orang membatasi camilan keripik mereka hanya 18 keripik—apalagi jika mereka memiliki bungkusan keripik kentang berukuran jumbo yang diletakkan di pangkuan mereka,” jelas Manaker.
“Keripik kentang adalah makanan yang mudah dimakan tanpa berpikir, tapi efeknya berkontribusi pada penambahan berat badan,” lanjutnya.
Sehingga, sangat penting untuk menghindari keripik kentang, ketika Anda ingin menurunkan berat badan.
Manaker juga menyebutkan, ada banyak makanan yang bisa menggantikan keripik kentang sebagai camilan.
Jika Anda tak bisa langsung melepaskan diri dari keripik, Manaker menyarankan untuk mengonsumsi keripik kale, keripik buncis, atau keripik wortel.
Namun, jika Anda sangat mencintai kentang, Anda dapat mengganti keripik kentang dengan kentang panggang yang lebih sehat.
“Kentang sebenarnya sumber nutrisi alami yang bisa menjadi bagian diet sehat. Tapi, atur porsi sesuai kebutuhan kalori dan pastikan mengolahnya dengan cara yang sehat.” (*)