Dua Ilmuwan Indonesia Berada di Balik Proses Terciptanya Vaksin Astrazeneca Merk Vaksin Asal Inggris
Vaksin AstraZeneca ditemukan oleh Universitas Oxford dan perusahaan spin-outnya, Vaccitech, memberikan perlindungan dengan efikasi hingga 92 persen.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Ternyata ada dua nama ilmuwan asal Indonesia yang berada di balik terciptanya Vaksin AstraZeneca.
Vaksin AstraZeneca merupakan merk vaksin asal Inggris.
Vaksin AstraZeneca ditemukan oleh Universitas Oxford dan perusahaan spin-outnya, Vaccitech, memberikan perlindungan dengan efikasi hingga 92 persen.
Lebih dari 600 juta dosis Vaksin COVID-19 AstraZeneca telah dipasok ke 170 negara di seluruh dunia, termasuk lebih dari 100 negara melalui COVAX Facility.
Di Inggris, Vaksin COVID-19 AstraZeneca dikenal sebagai Vaksin COVID-19 AstraZeneca.
Sarah Gilbert, wanita berusia 59 tahun tersebut diberitakan Kompas.com sebelumnya, mengaku enggan mengambil penuh hak paten agar harga vaksin Covid-19 ciptaannya bisa murah.
"Saya ingin buang jauh-jauh gagasan itu (mengambil hak paten penuh), agar kita bisa berbagi kekayaan intelektual dan siapa pun bisa membuat vaksin mereka sendiri," ujarnya dikutip dari Reuters, 11 Maret 2021.
(Update berita nasional, internasional dan regional menarik lainnya disini)
Kala itu sedang ada pembahasan tentang siapa pemegang hak paten vaksin Covid-19 nantinya.
Publik pun memberi apresiasi atas hasil kerja keras Sarah Gilbert.
Jelang laga pembuka turnamen tenis akbar Wimbledon 2021 di Inggris, ia mendapat standing ovation meriah dari para penonton.
Gilbert termasuk di antara sejumlah "individu inspiratif" yang diundang untuk menonton pertandingan hari pertama di zona kerajaan Inggris.
• Garuda Bawa 8.340 Vaksin Sinovac dan 10 Vial Astrazeneca untuk Kalbar
Profil Sarah Gilbert
Wanita kelahiran Kettering, Northamptonshire, Inggris, pada April 1962 memiliki tiga anak.
Ayahnya adalah pekerja di perusahaan sepatu, sementara ibunya guru bahasa Inggris dan anggota opera amatir lokal.