Asal Usul Nama Bulan Agustus dan Sejarah Kalender Masehi

Oleh karena itu, sebelumnya bulan Agustus sebenarnya bernama bulan Sextilis yang berarti keenam dalam bahasa Latin.

Tayang:
Editor: Nasaruddin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/NASARUDDIN
Ilustrasi kalender bulan Agustus 2021 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Bulan Agustus adalah bulan kedelapan dalam kalender masehi atau gregorian.

Bulan Agustus terdiri dari 31 hari dengan 4 minggu lebih 3 hari.

Agustus sebelumnya adalah bulan keenam dalam kalender sebelum Raja Numa Pompilius menambahkan bulan Januari dan Februari di kalender tahunan.

Oleh karena itu, sebelumnya bulan Agustus sebenarnya bernama bulan Sextilis yang berarti keenam dalam bahasa Latin.

Jadwal Hari Libur Nasional dan Daftar Hari Penting di Bulan Agustus 2021 Termasuk Tahun Baru Islam

Sebelumnya bulan hanya terdiri dari 10 bulan karena musim dingin setelah bulan Desember tidak dihitung.

Sehingga hitungan kalender dimulai dari dari bulan Maret, barulah King Numa Pompilius menambahkan dua bulan sebelum Maret.

Bulan Agustus sebelumnya terdiri dari 29 hari saja, namun Julius Caesar menambahkan dua hari saat membuat kalender Julian pada 46 SM.

Julius Caesar juga mengganti nama Sextilis menjadi August, dari nama Augustus Caesar, seorang kaisar Roma pertama yang memimpin kekaisaran Roma pada 27 SM hingga kematiannya.

Julius Caesar ingin memberi penghormatan kepada Augustus dengan memasukkan namanya pada bulan itu karena kemenangan Augustus banyak terjadi di bulan tersebut.

Asal usul nama augustus diambil dari nama Kaisar Romawi pertama yang bernama Augustus Caesar.

Setiap tahunnya, bulan Agustus selalu berakhir di hari yang sama dengan bulan November namun tak pernah dimulai dengan hari yang sama dengan bulan apapun.

JADWAL Badminton Olimpiade Tokyo Besok 1 Agustus 2021, Tonton Anthony Ginting Vs Chen Long

Hanya pada tahun kabisat, bulan Agustus dimulai dengan hari yang sama dengan bulan Februari namun tetap berakhir di hari yang sama dengan bulan November.

Anak yang lahir pada bulan Agustus berzodiak Leo.

Bunga kelahiran bulan Agustus diwakilkan oleh bungan Gladius Poppy yang melambangkan kekuatan karakter, keindahan, cinta, dan kekeluargaan.

Sejarah Kalender Masehi

Penanggalan ini sudah digunakan lebih dari 4 abad lamanya.

Kalender masehi atau kalender Gregorian pertama kali dikenalkan pada tahun 1582. 

Kalender Masehi, bersumber dari Encyclopedia Britannica, dibuat berdasarkan sistem penanggalan matahari.

Sistem ini menggunakan hitungan waktu perputaran bumi terhadap matahari. 

Kalender masehi pertama kali digunakan di benua Eropa.

Sebelum kalender ini, kalender Julian terlebih dahulu digunakan. 

Curi Handphone Di Dasbor Motor, Dua Sekawan di Pontianak Diciduk Polisi

Mengutip dari Live Science, astronom Romawi menghitung waktu yang dibutuhkan bumi untuk berputar mengelilingi matahari. 

Dari hasil perhitungan tersebut didapatkan angka 365,25 hari.

Hal ini berpengaruh pada musim yang datang lebih lambat. 

Kaisar Julius Caesar kemudian menambahkan satu hari di bulan Februari setiap 4 tahun sekali.

Penanggalan ini kemudian dinamai dengan kalender Julian.

Setelah lama digunakan, ada kesalahan perhitungan dalam kalender Julian.

Pada tahun 1570an, kalender Julian melenceng dari tanggal matahari sebanyak 10 hari.  

Karenanya sistem penanggalan ini tidak sinkron dengan musim dalam setahun.

Penanggalan ini dikhawatirkan akan membuat hari Paskah terus menjauh dari tanggal seharusnya. 

Kebakaran Ponpes Tahfidzul Quran : Al Quran Hingga Uang untuk Kebutuhan Makan Santri Terbakar

Penemu kalender Masehi

Karena penanggalan yang keliru, Paus Gregorius XIII membuat sistem penanggalan yang baru.

Kalender ini dikenal sebagai kalender Gregorian atau kalender Masehi. 

Melansir dari Vox.com, Paus Gregorius XIII bersama dengan ahli fisika Aloysius Lilius, dan ahli astronomi Christopher Clavius mengembangkan kalender ini selama 5 tahun. 

Dalam kalender Gregorian, penambahan hari setiap 4 tahun sekali dihapuskan.

Sistem kabisat berlaku empat tahun sekali kecuali tahun yang tidak habis dibagi 400. 

Jadi tahun kabisat jatuh pada tahun 2000, tapi tidak di 1900, 1800, atau 1700. 

Paus Gregorius XIII juga memindahkan tahun baru yang semula 25 Maret menjadi 1 Januari. 

Sumber: Tribun, Bobo, Kontan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved