Pola Hidup Sehat
Ciri Darah Tinggi Kumat, Ini Cara Cepat Menurunkan Tekanan Darah Tinggi Tanpa Obat
Selain mengonsumsi buah penurun darah tinggi, Anda juga perlu menerapkan pola hidup sehat, seperti membatasi asupan garam, membatasi konsumsi....
Penulis: Mirna Tribun | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi ketika tekanan darah di 130/80 mmHg atau lebih.
Jika tidak segera ditangani, hipertensi bisa menyebabkan munculnya penyakit-penyakit serius yang mengancam nyawa, seperti gagal jantung, penyakit ginjal, dan stroke.
Tekanan darah dibagi menjadi tekanan sistolik dan tekanan diastolik.
Tekanan sistolik adalah tekanan saat jantung memompa darah ke seluruh tubuh, sedangkan tekanan diastolik adalah tekanan saat jantung berelaksasi sebelum kembali memompa darah.
Hipertensi terjadi ketika tekanan sistolik berada di atas 130 mmHg dan tekanan diastolik lebih dari 80 mmHg.
Tekanan darah yang melebihi angka tersebut merupakan kondisi berbahaya dan harus segera ditangani.
• MENGENAL Buah Nannam, Sumber Vitamin C yang Tinggi & Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh
(UPDATE berita tentang kesehatan DISINI)
Penyebab Hipertensi
Hipertensi terbagi menjadi dua jenis, yaitu hipertensi primer dan sekunder.
Dilansir dari halodoc, masing-masing memiliki penyebab yang berbeda, seperti berikut ini.
- Hipertensi Primer
Sering kali, penyebab terjadinya hipertensi pada kebanyakan orang dewasa tidak diketahui.
Hipertensi primer cenderung berkembang secara bertahap selama bertahun-tahun.
• Buah Penurun Kolesterol Paling Ampuh, Waspadai Tanda Kolestrol Tinggi!
- Hipertensi Sekunder
Beberapa orang memiliki tekanan darah tinggi karena kondisi kesehatan yang mendasarinya.
Hipertensi sekunder cenderung muncul tiba-tiba dan menyebabkan tekanan darah lebih tinggi daripada hipertensi primer.
Berbagai kondisi yang dapat menyebabkan hipertensi sekunder, antara lain:
- Obstruktif sleep apnea (OSA).
- Masalah ginjal.
- Tumor kelenjar adrenal.
- Masalah tiroid.
- Cacat bawaan di pembuluh darah.
- Obat-obatan, seperti pil KB, obat flu, dekongestan, obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas.
- Obat-obatan terlarang.
• INILAH BUAH untuk Radang Tenggorokan, Bedakan Radang Tenggorokan dengan Gejala Covid-19
Gejala Hipertensi
Seseorang yang mengidap hipertensi akan merasakan beberapa gejala yang timbul, antara lain:
- Sakit kepala;
- Lemas;
- Masalah penglihatan;
- Nyeri dada;
- Sesak napas;
- Aritmia; dan
- Adanya darah dalam urine.
Berapakah tekanan darah normal?
Mungkin Anda bingung seperti apa tekanan darah yang normal.
Menurut JNC-7, tekanan darah yang normal adalah 120/80 mmHg.
Tekanan darah dikategorikan pre-hipertensi kalau sudah mencapai sistolik 120-139 dan diastolik 80-89 mmHg.
Jika tekanan darah sudah mencapai sistolik 140-159 mmHg dan diastolik 90-99 mmHg, hal ini sudah masuk dalam kategori hipertensi derajat 1.
Jika sistolik di atas 160 mmHg dan diastolik di atas 100 mmHg, maka termasuk dalam hipertensi derajat 2 bisa terjadi.
Makanan yang Harus Dihindari Penderita Darah Tinggi
Namun, tak hanya berfokus pada garam, sebenarnya masih banyak makanan pantangan darah tinggi.
Dilansir dari alodokter.com, penderita darah tinggi tidak boleh makan apa saja sih? Berikut daftarnya:
- Daging dalam Kemasan (Processed Meat)
Daging yang sudah diproses dan disimpan dalam kemasan merupakan makanan pantangan darah tinggi yang paling utama.
Sebab, produk ini banyak mengandung natrium. Salah satu contohnya adalah sosis. Pada saat daging olahan ini diproses, biasanya akan ada penambahan garam.
Konsumsi daging pada dasarnya dianjurkan sebagai sumber protein sehat. Tapi, pastikan Anda mengonsumsi daging dalam keadaan segar, bukan dalam kemasan.
- Makanan yang Dibekukan (Frozen Food)
Tak semua frozen food ”haram” bagi penderita darah tinggi. Frozen food yang mengandung natrium yang tinggilah yang perlu dihindari. Misalnya piza, karena dapat mengandung 700 mg natrium dalam satu potongnya.
Selain sebagai penambah rasa, natrium dalam makanan yang dibekukan juga dapat berguna sebagai pengawet.
- Makanan Kaleng
Makanan kaleng, seperti sarden dan kornet, cenderung memiliki kadar natrium yang tinggi.
Serupa pada makanan beku, natrium pada makanan kaleng juga berfungsi sebagai pengawet agar tahan lama.
- Makanan Cepat Saji
Kadar garam dalam makanan cepat saji (fast food) bisa sangat tinggi.
Hal ini terjadi karena garam menjadi syarat penting untuk menambah rasa nikmat.
Di samping itu, makanan cepat saji mengandung lemak trans dan lemak jenuh yang dapat berisiko meningkatkan kadar kolesterol darah.
Pada akhirnya, kolesterol yang tinggi ini dapat meningkatkan tekanan darah tinggi.
- Gula
Bukan hanya garam, faktanya, gula juga dapat memengaruhi tekanan darah.
Secara tidak sadar, gula terkandung dalam berbagai makanan sehari-hari yang Anda konsumsi, seperti kue, roti, donat, permen, dan camilan lainnya.
Konsumsi gula secara berlebihan juga dapat berisiko meningkatkan berat badan hingga alami obesitas.
Dalam sehari, batas maksimal gula yang masih aman dikonsumsi pria sekitar 9 sendok teh, dan 6 sendok teh untuk wanita.
- Butter dan Margarin
Kedua produk ini sering digunakan saat memasak kue atau saat makan roti.
Sebaiknya penderita hipertensi menghindari konsumsi makanan yang banyak mengandung butter atau margarin karena mengandung garam dan lemak jenuh yang cukup tinggi.
- Alkohol
Studi menyebutkan bahwa konsumsi tiga gelas alkohol atau lebih dapat menjadi penyebab tekanan darah tinggi.
Bila alkohol dikonsumsi secara rutin dalam jumlah banyak, tekanan darah bisa menjadi sulit dikontrol.
- Salad Dressing
Salad sering dianggap sebagai makanan sehat. Sayuran dan buah-buahan dalam salad memang sangat menyehatkan.
Akan tetapi, berhati-hatilah dengan dressing yang digunakan untuk menambah cita rasa salad.
Sebagian besar dressing salad berbentuk saus mengandung garam, gula, dan lemak jenuh yang tinggi.
Jika penderita hipertensi ingin mengonsumsi salad, sebaiknya gunakan dressing yang lebih menyehatkan. Misalnya, pakai campuran minyak zaitun, minyak wijen, dan bawang putih.
- Kulit Ayam
Salah satu bagian ternikmat dari ayam adalah kulitnya. Apalagi jika dimasak hingga garing.
Namun, bagian lezat ini merupakan bagian yang tak menyehatkan dari ayam.
Kulit ayam mengandung kolesterol yang tinggi. Selain itu, dalam pengolahannya, sering kali ditambahkan banyak garam.
- Ikan Asin
Hindari mengonsumsi ikan asin terlalu sering dan banyak.
Kandungan garam dalam ikan asin sudah jelas sangat tinggi.
Namun, jika Anda hanya ingin ikan asin sesekali, misalnya satu kali dalam 1-2 bulan, hal itu tidak masalah.
Saat makan ikan asin, jangan mengombinasikannya dengan makanan lain yang tinggi garam.
- Saus Tomat
Tambahan dari dr. Dyan Mega Inderawati, Serupa dengan daging olahan, makanan seperti saus tomat, sambal, dan pasta sejenis juga merupakan sumber natrium yang berbahaya bila terus dikonsumsi penderita hipertensi. Bayangkan saja, setengah cangkir saus tomat dapat mengandung lebih dari 600 mg sodium.
Maka jangan sampai menyepelekannya.
Tekanan darah yang tidak terkontrol dapat bersumber dari tingginya kandungan sodium dalam makanan sehari-hari.
Sebagai alternatif, pencinta saus tomat dapat membuat sendiri pasta dari olahan tomat segar yang jauh lebih sehat dan pastinya terkontrol kadar natriumnya.
- Minuman Ringan Bersoda
dr. Astrid Wulan Kusumoastuti, Menambahkan jika Minuman ringan dan bersoda kebanyakan hanya mengandung gula dan kalori tanpa nutrisi lainnya.
Satu kaleng soda umumnya mengandung lebih dari 9 sendok teh gula atau total 39 gram, yang bahkan melebihi jumlah maksimal anjuran gula tambahan per hari.
- Permen
Serupa dengan minuman ringan, permen tidak mengandung nutrisi selain gula dan kalori. Jika ingin camilan manis, pilihlah buah-buahan yang kaya akan vitamin dan dapat menunda lapar.
Selain menyingkirkan deretan makanan di atas, penderita hipertensi dianjurkan untuk mengonsumsi sayur dan buah yang memenuhi minimal 50% makanan dalam sehari. Kandungan kalium dalam sayur dan buah dipercaya dapat mengurangi efek natrium dalam tubuh.
Daftar Buah Penurun Darah Tinggi
Ada beberapa buah yang diangggap baik dikonsumsi masyarakat untuk mencegah dan mengatasi tekanan darah tinggi.
Namun, buah-buahan penurun darah tinggi ini bukanlah obat hipertensi, melainkan fungsinya hanya sebagai tambahan untuk menjaga kesehatan agar terhindar dari darah tinggi.
• DERETAN BUAH Penurun Demam dan Batuk, Mampu Melawan Infeksi dan Meningkatkan Imun di Dalam Tubuh
Dilansir dari alodokter, berikut adalah daftar buah-buahan penurun darah tinggi yang bisa Anda coba:
1. Pisang
Pisang adalah salah satu buah penurun darah tinggi yang bisa Anda konsumsi.
Kandungan kalium di dalam pisang membantu menyeimbangkan jumlah garam di dalam tubuh, sehingga mampu mengontrol tekanan darah.
Anda dapat mengonsumsi pisang secara utuh, memanggang, atau mencampurnya ke dalam sereal.
2. Semangka
Buah semangka mengandung berbagai nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh, seperti vitamin A, vitamin C, kalium, dan magnesium.
Buah ini juga mengandung L-citrulline yang bisa membantu melebarkan pembuluh darah, sehingga dapat menurunkan tekanan darah.
3. Anggur
Kandungan polifenol di anggur berguna untuk mengontrol tekanan darah.
Polifenol dikenal sebagai antioksidan yang dapat membantu melawan radikal bebas di dalam tubuh.
Selain itu, buah ini juga mengandung tinggi serat dan rendah kalori, sehingga jika dikonsumsi secara rutin bisa mencegah munculnya sindrom metabolik, termasuk hipertensi.
4. Kiwi
Kiwi memiliki berbagai nutrisi yang bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah, seperti vitamin C, vitamin E, folat, dan kalium.
Sebuah penelitian menemukan bahwa penderita hipertensi yang rutin mengonsumsi tiga buah kiwi sehari mengalami penurunan tekanan darah yang lebih cepat.
5. Delima
Menurut penelitian, mengonsumsi jus buah delima lebih dari satu cangkir sehari selama empat minggu dapat menurunkan tekanan darah sistolik (batas atas) dan diastolik (batas bawah).
Meski begitu, belum diketahui kandungan apa yang membuat buah delima dapat menurunkan tekanan darah.
Para peneliti menduga bahwa kandungan kalium dan polifenol dalam buah inilah yang bisa menurunkan tekanan darah tinggi.
6. Buah bit
Buah bit juga dipercaya mampu menurunkan tekanan darah tinggi.
Sebuah penelitian menemukan adanya penurunan tekanan darah sistolik setelah enam jam mengonsumsi buah tersebut.
Hal ini karena kandungan nitrat di dalam buah bit berperan dalam penurunan tekanan darah.
Selain mengonsumsi buah penurun darah tinggi, Anda juga perlu menerapkan pola hidup sehat, seperti membatasi asupan garam, membatasi konsumsi alkohol dan kafein, mengelola stres dengan baik, serta rutin berolahraga. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ciri-darah-tinggi-kumat-ini-cara-cepat-menurunkan-tekanan-darah-tinggi-tanpa-obat.jpg)