Breaking News:

Perjuangan Keluarga Pasien Dapatkan Oksigen, Sempat Ditolak Rumah Sakit hingga Antre Sejak Subuh

Saya sudah antre dari pukul 05.00 WIB. Itupun masih dapat antrean belakang

Editor: Arief
TRIBUN PONTIANAK/VIQRI RAHMAD SATRIA
Rudi sedang mendaftar untuk mendapatkan kupon isi ulang gratis di Jl Antasari, Kota Pontianak Sabtu 24 Juli 2021 siang WIB. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Viqri Rahmad Satria

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Warga Kota Pontianak Rudi, menceritakan perjuangannya mencari Rumah Sakit (RS) demi kesembuhan istri tercintanya yang terpapar Covid-19. Rudi baru datang ke PT Baja Sarana di Jalan Pangeran Antasari, Sabtu 24 Juli 2021 sekira pukul 11.00 WIB.

Ini merupakan kali pertama ia mengisi ulang tabung oksigen di sana. "Saya dengar ada pengantre yang dapat jatah isi ulang gratis. Saya masih belum tahu bagaimana," ujarnya.

Tribun yang saat itu sedang melakukan reportase di lapangan, mengarahkan Rudi untuk mendapatkan isi ulang gratis program dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar. "Oh kalau syarat isi ulang gratis ini saya lengkap semuanya," kata Rudi.

Ia pun menuju meja pendaftaran yang berada tidak jauh dari pintu masuk ruko. Petugas meminta beberapa persyaratan terkait pasien seperti KTP dan bukti surat PCR positif. Ia pun langsung mendapatkan kupon gratis isi ulang dari petugas. "Terima kasih banyak. Saya sebelumnya tidak tahu di sini ada program gratis isi ulang. Saya sangat terbantu sekali," katanya.

Dimana Lokasi Oksigen Gratis Pontianak? Cek Alamat PT Baja Sarana & Alamat Kantor Sy Mahmud Alkadrie

Rudi menceritakan bahwa istrinya sudah dua minggu positif Covid-19. Ia sempat membawa istrinya ke beberapa RS tapi dikarenakan terbatasnya sumber daya untuk penanganan pasien Covid-19, RS pun terpaksa menolak.

"Akhirnya saya ke RS Anugerah Bunda Khatulistiwa (ABK). Di sana menerima pasien Covid-19, tapi biayanya mahal sekali. Saya sudah keluar banyak biaya, tapi itu tidak sebanding dengan pentingnya kesembuhan istri saya" jelasnya.

Setelah beberapa hari istrinya dirawat di RS ABK, kondisi istrinya berangsur-angsur membaik. Saat ini, sudah delapan hari istrinya melakukan isolasi mandiri (isoman). Ia menceritakan bahwa kondisi istrinya sudah lebih baik dari sebelumnya.

"Sekarang kondisinya sudah lebih baik, sudah tidak sakit kepala. Tinggal asam lambung yang masih sering kambuh, itu memengaruhi pernafasannya. Makanya saya masih butuh tabung oksigen," jelasnya.

Ia berterima kasih kepada Pemprov yang sudah membuat program oksigen gratis tersebut. "Saya berterima kasih sekali. Saya kan bawa dua tabung oksigen, kalau satu tabungnya sudah gratis jadi saya tidak keluar biaya yang lebih besar," ucapnya.

Berikan Oksigen Gratis Bagi Masyarakat, Syarif Mahmud Ajak Semua Pengusaha Peduli Masyarakat

Sedangkan Achen, mengaku sudah antre di Jalan Pangeran Antasari sejak subuh pukul 05.00 WIB. "Saya sudah antre dari pukul 05.00 WIB. Itupun masih dapat antrean belakang. Kalau di sini tutup, sepeti kemarin saat hari Idul Adha saya harus cari isi ulang sampai ke Wajok," katanya.

Achen mengatakan bahwa ia membawa dua tabung oksigen berukuran 1m kubik untuk diisi ulang. Ia datang untuk membeli oksigen karena ibunya sakit paru-paru. Ia tidak bisa mendapatkan oksigen gratis karena bukan untuk pasien Covid-19.

"Kan kalau dari Pemprov harus ada bukti surat PCR positif. Ibu saya syukurnya negatif. Jadi isi ulang dengan biaya sendiri," jelasnya.

Meskipun begitu, ia bersyukur karena Pemprov sudah menambah stok oksigen untuk masyarakat Kalbar. Ia berharap pemprov selalu memastikan pasokan tabung oksigen selalu tersedia untuk masyarakat.

"Walau tidak ikut program gratis dari pemprov, saya bersyukur hari ini pasokannya banyak. Harapannya pemprov terus memantau pasokan oksigen agar tidak ada lagi ceritanya masyarakat tidak dapat isi ulang. Jangan sampai ada lagi lah cerita orang yang meninggal karena tidak dapat stok isi ulang tabung oksigen," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved