Breaking News:

Rilis Capaian Kinerja Setahun Terakhir, Kejari Ketapang Tangani Sejumlah Kasus Tipikor

"Bidang pidana khusus, saat ini kita sedang melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi pada paket proyek - proyek penunjukan langsung di Kabu

Penulis: Nur Imam Satria | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/NUR IMAM SATRIA
Kasi Intel Kejari Ketapang, Fajar Yuliyanto Saat Ditemui di Kantor Kejaksaan Negeri Ketapang. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adiyaksa (HBA) ke-61, Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang merilis sejumlah capaian kinerja dalam kurun waktu setahun terakhir, Kamis 22 Juli 2021.

Satu diantara yang dirilis yakni penanganan kasus tindak pidana korupsi. Mulai dari penyelidikan, penyidikan, penuntutan, eksekusi hingga penyelamatan uang negara.

Kepala Kejaksaan Negeri Ketapang Alamsyah melalui Kasi Intel Kejari Ketapang, Fajar Yuliyanto mengatakan dalam memperingati HBA ke-61, pihaknya merilis capaian kinerja selama tahun 2021, termasuk penanganan kasus korupsi.

"Bidang pidana khusus, saat ini kita sedang melakukan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi pada paket proyek - proyek penunjukan langsung di Kabupaten Ketapang tahun anggaran 2018-2019," kata Fajar kepada awak media, Kamis 22 Juli 2021.

Fajar melanjutkan, untuk penyidikan terdapat sejumlah kasus yang sedang ditangani. Seperti tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan di Desa Silat, Kecamatan Manis Mata yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun anggaran 2018.

Bea Cukai Ketapang Musnahkan Sejuta Lebih Batang Rokok Ilegal

Kemudian, dugaan penyimpangan Dana Desa Bantan Sari, Kecamatan Marau. Serta dugaan tindak pidana korupsi terkait pengelolaan keuangan di Desa Tanjung Pura, Kecamatan Muara Pawan.

Sementara, lanjut Fajar, kasus yang sudah masuk dalam penuntutan, adalah perkara tindak pidana korupsi pada pengelolaan keuangan di Desa Silat, Kecamatan Manis Mata bersumber dari DD tahun anggaran 2018 dengan terdakwa Herawadi.

"Termasuk juga perkara tindak pidana korupsi penyalahgunaan Dana Desa pada pengadaan PLTD di Desa Bantan Sari, Kecamatan Marau tahun anggaran 2016 dan 2017 dengan terdakwa Luhai dan Petrus Wirani Haidir," jelasnya.

Selain itu, lanjut Fajar, ada pula sejumlah kasus korupsi yang masih dalam tahap penuntutan. Yakni perkara tindak pidana korupsi terkait pekerjaan peningkatan Jalan Simpang Dua Perawas pada Dinas PUTR Kabupaten Ketapang tahun anggaran 2017 dengan terdakwa Hendy Maliki Kusuma Putra.

"Terdakwa Hendy ini menjadi terdakwa pada perkara tindak pidana korupsi terkait pekerjaan peningkatan Jalan Balai Berkuak pada Dinas PUTR tahun anggaran 2017. Selain Hendy, terdakwa lainnya adalah Edy Kusnadi, dan Abdul Mujiburrahman," ungkapnya.

Lebih lanjut, selain penuntutan, ada juga kasus korupsi yang sudah diputus pengadilan dan langsung dieksekusi.

Pada 2021, Kejaksaan Negeri Ketapang telah mengeksekusi lima terpidana kasus korupsi. Mereka adalah Muhsinim, Harsoyo, Hari Wibowo, Herawadi dan Hendri Sibuea.

"Sedangkan penyelamatan keuangan negara dari kasus korupsi cukup besar. Dari pembayaran denda terkumpul Rp 350 juta dari empat perkara. Sementara pengembalian uang pengganti mencapai Rp 591 juta. Itu berasal dari empat perkara," pungkasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Ketapang)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved