Breaking News:

Pemprov Kalbar Tegaskan Akan Sanski Rumah Sakit yang Menolak Pasien Dengan Alasan Tak Ada Oksigen

“Mungkin baru sedikit lega jum at. Duit ada mau beli obat, obatnya tak ade. Banyak indah kabar dari berite. Semoga kita bisa keluar dari masalah ini s

Penulis: Anggita Putri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/FERRYANTO
Antrian panjang warga kota Pontianak yang hendak mengisi oksigen di jalan Veteran, kota Pontianak, Kamis 22 Juli 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji meminta agar seluruh rumah sakit tidak ada yang menolak pasien dengan alasan tak ada oksigen, dan obat.

Ia menegaskan bahwa Bupati walikota sebagai Ketua Satgas daerah harus benar/ benar perhatikan.

“Saya tidak boleh intervensi karena itu wewenang mereka, tapi RSUD Soedarso menjadi wewenang saya. Muali dari menu makan pasien saya cek, ketersediaan obat, oksigen. Saya harus pastikan ada utk minimal 2 hingga 3 hari,”tulis Sutarmidji di akun Facebooknya @bangmidji, kemarin.

Saat ini dikatakannya untuk kebutuhan oksigen naik hampir 3 kali lipas, Pemprov Kalbar dalam hal ini telah berupaya meminta pasokan dari Batam, bahkan Kuching.

“Mungkin baru sedikit lega jum at. Duit ada mau beli obat, obatnya tak ade. Banyak indah kabar dari berite. Semoga kita bisa keluar dari masalah ini secepatnya,”tulis Midji.

Ia kembali menegaskan sudah ingatkan semua RS, kalau sampai menolak pasien dengan alasan tidak ada oksigen padahal di rumah sakit tersebut masih tersedia tempat tidur perawatan covid-19 maka akan diberikan sanksi yang tegas.

Sedang Antre Oksigen, Pria Pontianak Syok Dapat Kabar Sang Ibu Telah Tiada, Air Mata Tak Terbendung

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson mengatakan perawatan pasien covid-19 itu salah satunya memang dengan pemberian terapi oksigen karena mereka kurang oksigen dalam tubuhnya.

Akan tetapi terapi oksigen ini bukan satu-satunya sebagai terapi untuk pasien covid-19.

“Mereka juga harus diberikan obat-obatan, antivirus, terapi suportif, diberikan vitamin, diobati komorbidnya supaya lebih mampu melawan virus covid-19,”ujar Harisson, Kamis 22 Juli 2021.

Lalu diberikan nutrisi dan gizi yang baik selama dalam masa perawatan, begitu juga dengan terapi lainnya.

“Jadi sebenarnya oksigen itu bukan satu-satunya terapi untuk pasien covid-19, jadi tidak boleh ada rumah sakit yang menolak untuk merawata pasien covid-19 karena di rumah sakitnya sedang kekurangan oksigen. tidak boleh,”ujarnya.

Ia menegaskan rumah sakit tidak boleh menolak pasien untuk dirawat di rumah sakitnya, padahal tempat tidur covid-19 masih tersedia,tetapi ditolak karena alasan tidak tersedia oksigen.

“Pemprov Kalbar akan memberikan sanksi bagi rumah sakit yang ketahuan menolak pasien untuk dirawat di rumah sakitnya dengan alasan oksigen kurang atau tidak ada,”pungkasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved