Breaking News:

2021 Kejari Kapuas Hulu Telah Tindaklanjuti 34 SPDP

Selain itu juga dalam penanganan perkara di bidang Tindak Pidana Khusus, Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu tengah malakukan 8 penyelidikan dugaan terjadiny

Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/SAHIRUL HAKIM
Kajari Kapuas Hulu Eddy Sumarman saat melaksanakan konferensi pers, dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adhyaksa ke 61 tahun, di Kantor Kejari Kapuas Hulu, Kamis 22 Juli 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Dalam melaksanakan penegakan hukum di bidang pidana umum, pada tahun 2021, sampai dengan bulan Juli, Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu telah menindaklanjuti 34 Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP).

"Kalau perkara tindak pidana umum, melakukan penuntutan sebanyak 42 perkara dan melakukan eksekusi sebanyak 30 perkara tindak pidana umum," ujar Kajari Kapuas Hulu Eddy Sumarman kepada wartawan, pada saat melaksanakan konferensi pers, dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adhyaksa ke 61 tahun, di Kantor Kejari Kapuas Hulu, Kamis 22 Juli 2021.

Dijelaskan Eddy, adapun perkara tindak pidana umum yang diproses oleh pihaknya pada tahun 2021, umumnya didominasi dengan perkara narkotika, penganiayaan, dan perkara yang berkaitan dengan kesusilaan.

"Kami akan terus profesional dalam menjalankan tugas sebagai Kejaksaan," ucapnya.

Selain itu juga dalam penanganan perkara di bidang Tindak Pidana Khusus, Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu tengah malakukan 8 penyelidikan dugaan terjadinya tindak pidana korupsi, dimana 2 penyelidikan dilakukan oleh Bidang Tindak Pidana Khusus dan 6 penyelidikan dilakukan oleh Bidang Intelijen.

"Kami juga sedang melakukan 1 penyidikan dugaan terjadinya tindak pidana korupsi, dan melakukan penuntutan perkara tindak pidana korupsi dana proyek penghijauan atau reboisasi pada Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) tahun anggaran 2013 dengan terdakwa Hermawan Salim (direktur PT. Pawan Sari Manunggal), Omarsyah (pelaksana pekerjaan/ Direktur PT. Savero Prima Sakti), dan Konstantinus Victor (Pejabat Pembuat Komitmen/ PPK)," ucapnya.

Rilis Capaian Kinerja Setahun Terakhir, Kejari Ketapang Tangani Sejumlah Kasus Tipikor

Setelah melalui rangkaian proses persidangan, Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu berhasil membuktikan bahwa ketiga terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi. Oleh sebab itu, maka Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pontianak, menjatuhkan putusan kepada masing-masing terdakwa.

"Kami menjatuhkan putusan kepada masing-masing terdakwa berupa, terhadap Hermawan Salim dijatuhi pidana penjara selama 4 tahun dan denda sejumlah Rp. 200.000.000,00 subsidair 2 bulan kurungan, serta pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti sejumlah Rp. 2.069.188.531,00 subsidair pidana penjara selama 1 tahun," ujarnya.

Kemudian, terhadap Omarsyah dijatuhi pidana penjara selama 4 tahun dan denda sejumlah Rp. 200.000.000,00 subsidair 2 (dua) bulan kurungan, dan Konstantinus Victor dijatuhi pidana penjara selama 4 (empat) tahun 3 bulan dan denda sebesar Rp. 300.000.000,00 subsidair 6 bulan kurungan.

"Dari 3 perkara tindak pidana korupsi tersebut, 2 perkara telah berkekuatan hukum tetap, dikarenakan Hermawan Salim dan Omarsyah telah menyatakan menerima putusan pengadilan, sedangkan Konstantinus Victor mengajukan upaya hukum banding," ucapnya.

Terhadap perkara tindak pidana korupsi yang telah berkekuatan hukum tetap, Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu telah melakukan eksekusi putusan pengadilan dengan cara menempatkan Hermawan Salim dan Omarsyah ke dalam Rumah Tahanan Negara Pontianak untuk menjalani pidana penjara, serta menyetorkan pidana tambahan berupa uang pengganti yang telah disita dari aset milik Hermawan Salim sebesar Rp. 1.304.750.000,00 ke kas negara sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Kejaksaan. Sedangkan, proses penanganan perkara tindak pidana korupsi yang melibatkan Konstantinus Victor, saat ini sedang dalam proses banding di Pengadilan Tinggi Pontianak.

Selain melakukan eksekusi terhadap terpidana korupsi, pada tahun 2021 Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu bekerja sama dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Pontianak juga telah melaksanakan lelang barang rampasan negara berupa 13 unit dump truck, 3 unit sepeda motor, 46,05 gram emas (21 karat), dan 97,5 gram emas (6 karat).

"Adapun uang hasil kegiatan lelang barang rampasan negara yang seluruhnya berjumlah Rp. 1.085.016.912,00, telah disetorkan oleh Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu ke kas negara sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP)," ungkapnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Kapuas Hulu)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved