Breaking News:

Kemenag Mempawah Imbau Hindari Kerumunan Penyembelihan Hewan Kurban

Kami mengimbau dalam proses penyembelihan hewan kurban di masa wabah corona ini, tidak ada kerumuman.

Penulis: Ramadhan | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ramadhan
Kepala Kantor Kemenag Mempawah, Mi'rad. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Masyarakat muslim pada Idul Adha hingga tiga hari berikutnya (11,12,13 Dzulhijjah), yang disebut hari tasyrik melaksanakan penyembelihan hewan kurban.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Mempawah, Mi’rad menghimbau kepada masyarakat muslim untuk menghindari kerumunan dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dalam pelaksanaan penyembelihan hewan kurban.

“Kami mengimbau dalam proses penyembelihan hewan kurban di masa wabah corona ini, tidak ada kerumuman. Kebiasaan selama ini, proses penyembelihan itu menjadi hiburan, tontonan dan pastinya terjadi kerumunan,” ujar Mi’rad kepada Tribun, Rabu 21 Juli 2021.

Dikatakan Mi'rad, berhubung saat ini masih dalam situasi meluasnya wabah Covid-19 dan munculnya varian baru, dirinya juga mengingatkan supaya menghindari kerumunan. Anak-anak dan orang tua yang sudah sepuh mohon tetap berada di rumah.

Kurban 25 Sapi dan 2 Kambing, Mi’rad: Bukti Pengabdian, Wujud Syukur dan Berbagi Kebahagiaan

“Terkait pelaksanaan shalat Idul Adha dan pelaksanaan kurban pada masa pendemi ini, Menteri Agama sudah mengeluarkan tiga surat edaran sekaligus. Kami berharap masyarakat dapat mengikuti panduan yang ada di dalamnya,” terang Mi’rad.

Terkait dengan pelaksanaan qurban, Mi’rad menegaskan bahwa dalam pelaksanaannya harus mematuhi aturan yang disebutkan dalam surat edaran Menteri Agama tersebut.

“Khususnya terkait pembagian daging kurban, ini harus menjadi perhatian para panitia, bahwa daging kurban harus diantarkan kepada penerimanya. Tidak boleh ada kerumunan dan antrian dalam pembagian daging kurban seperti tahun-tahun sebelumnya,” jelas Mi’rad.

Surat edaran ini, sambung Mi’rad, dimaksudkan sebagai panduan dalam upaya pencegahan, pengendalian, dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 pada semua zona risiko penyebaran Covid-19.

"Ini diterapkan dalam rangka melindungi masyarakat," jelasnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Mempawah)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved