Breaking News:

Owner Warkop di Pontianak Akui Sangat Terdampak oleh Kebijakan PPKM dari Pemerintah

Owner Warkop Unlimited Pontianak, Tanto menyampaikan, bahwa pihaknya sangat terdampak dengan adanya wabah pandemi covid-19 terkhusus diterapkannya PPK

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUN PONTIANAK/MARLEN SITINJAK
Aturan PPKM Ketat Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), 14 Hari di Juni 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Owner Warkop Unlimited Pontianak, Tanto menyampaikan, bahwa pihaknya sangat terdampak dengan adanya wabah pandemi covid-19 terkhusus diterapkannya PPKM Darurat, Selasa 20 Juli 2021.

Yang ia pikirkan bukan hanya bagaimana bertahan dalam usahanya, akan tetapi bisa yang ia pikirkan adalah memenuhi gaji karyawannya.

"Harapan kepada Pemerintah agar perhatikan karyawan or tenaga kerja yang kita rumahkan yang mesti bayar kreditan, dihidupin orang rumahnya yang di kampung sana, karena soal karyawan saya rata-rata pendatang semua," ujarnya.

"Dimana kita juga menanggung beban uang sewa, biaya internet, biaya listrik dan air. Sedangkan pendapatan sehari-hari bener-benar tidak sebanding dengan biaya operasional," tambah Tanto menceritakan kondisi usahanya.

BREAKING NEWS - PPKM Darurat Diperpanjang hingga 25 Juli 2021

Hal tersebut dikatakannya, lantaran PPKM Darurat Darurat ini merupakan kebijakan semi Lockdown.

"Untuk itu PPKM ini cukup mematikan usaha kita," ujarnya.

Menurutnya boleh saja diterapkan PPKM akan tetapi harus ada perhatian lebih dari pemerintah, baik pada usahanya dan terkhusus untuk tenaga kerjanya.

"Coba gaji Pemerintah sebagian nyisikan untuk subsidi ke karyawan yang kita rumahkan, jadi bisa ikut merasakan apa yang kita rasakan selama PPKM ini," ungkapnya.

"Hanya butuh perhatian ke karyawan kita, intinya begitu," pungkasnya. (*)

(Update Informasi Seputar Kalimantan Barat)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved