Breaking News:

Dialog Dengan Christiandy, Pengurus IMM Minta Pembuat Surat Keterangan Palsu Negatif Covid Dihukum

Ari Saputra yang juga sebagai ketua IMM menjelaskan Kongres Nasional itu akan dilaksanakan di Kendari, yang satu diantara agendanya memilih pengurus I

Penulis: Ridho Panji Pradana | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Perwakilan IMM Kalbar, Ari Saputra saat melakukan dialog bersama satu diantara anggota DPD RI dapil Kalbar, Christiandy Sanjaya secara virtual, Senin 19 Juli 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengurus Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kalbar menyarankan agar pembuat surat keterangan palsu negatif covid 19 untuk para penumpang pesawat dapat dihukum.

Hal ini dikatakan perwakilan IMM Kalbar, Ari Saputra saat melakukan dialog bersama satu diantara anggota DPD RI dapil Kalbar, Christiandy Sanjaya secara virtual, Senin 19 Juli 2021.

Sebelumnya, Ari Saputra yang mengaku senang bisa berdialog langsung dengan Wagub Kalbar dua periode tersebut pun menyampaikan niatan pihaknya untuk pergi ke Kongres Nasional IMM pada 1-6 Agustus 2021.

Ari Saputra yang juga sebagai ketua IMM menjelaskan Kongres Nasional itu akan dilaksanakan di Kendari, yang satu diantara agendanya memilih pengurus IMM tingkat Nasional. Untuk IMM Kalbar akan hadir empat orang.

Ari pun mengungkapkan misi khusus untuk memperjuangkan agar Kongres Nasional ke-XX kedepan atau berikutnya di Kalbar sehingga diharapkan dapat membawa pengaruh pada ekonomi dan kepariwisataan di Kalbar.

Untuk diketahui, saran Ari Saputra untuk pembuat surat keterangan palsu negatif covid 19 untuk para penumpang pesawat dapat dihukum mengenai perihal Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan serta Perubahannya dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dalam konteks Peran serta masyarakat yang termaktub pada Bab XX Pasal 396 ayat 2 b.

Christiandy Ajak Pemimpin Gereja Terus Jaga dan Kawal Empat Pilar Kebangsaan

"Sebagai mahasiswa saya mengusulkan agar pelanggaran adanya penumpang yang terkonfirmasi positif Covid 19 jangan yang dihukum armada penerbangannya tapi penyebab dari tes PCR palsu yang dihukum. Pasalnya akibatnya armada penerbangan merasa dirugikan dan berdampak pada penumpang lainnya yang sudah beli tiket dan tiba-tiba batal terbang," tutur Ari.

Selain itu, Ari juga mengusulkan agar sistem adminstrasi di bandara tidak ribet. Ia mencontohkan sewaktu ia ke Bali ada tiga orang penumbang yang transit di Jakarta terpaksa tiketnya hangus karena masalah telat proses pengurusan di Bandara Cengkareng.

Terhadap masukan tersebut, Christiandy Sanjaya pun sangat apresiasi, dan memberikan penjelasan bahwa semua pimpinan baik bupati, Gubernur hingga Presiden selalu untuk melindungi semua anak bangsa.

"Jika ada usul yang konstruktif silahkan diajukan sesuai mekanisme yang berlaku dan disampaikan sesuai tata-krama yang baik tentunya," kata Christiandy.

Pada kesempatan tersebut, Christiandy Sanjaya juha menyampaikan bantuan dana untuk keikutsertaan mahasiswa IMM dalam kongres di Kendari yang diterima oleh pengurus IMM Kalbar.

Ari Saputra atas nama teman-teman IMM Kalbar menyampaikan terima kasih atas bantuan tersebut. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved